Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Said Abdullah mencecar pemerintah terkait penanganan pandemi covid-19. Itu diutarakan dalam rapat kerja bersama pemerintah, Rabu (15/7).
Dalam rapat kerja tersebut pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
Awalnya Said menyampaikan ihwal rendahnya serapan belanja penanganan covid-19 di bidang kesehatan. Berdasarkan laporan dari anggota Komisi IX, kata Said, disinyalir koordinasi yang lemah antara Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan menjadi sebab rendahnya serapan belanja.
"Tentang penanganan covid-19. Diumumkan dengan ramainya berita soal serapan anggaran yang rendah. Pada saat yang sama muncul dari kawan-kawan di Komisi IX yang disinyalir, kurangnya, tidak adanya koordinasi antara gugus tugas dan kemenkes," ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Tetap Fokus ke Kesehatan dan Ekonomi
Said lantas menambahkan temuan adanya kecurangan yang dilakukan rumah sakit di beberapa daerah dalam penanganan covid-19. Tujuannya, untuk mendapatkan keuntungan dari pandemi lantaran dana yang diterima rumah sakit dari pemerintah akan lebih besar bila menangani pasien covid-19.
"Orang di Surabaya punya penyakit diabetes 3 tahun. Kemudian karena covid dia tidak ke rumah sakit. Cuci darahnya di rumah. Tapi ketika dia menemui titik anfal. Dia datang ke rumah sakit, meninggal, langsung dinyatakan covid. Keluarga tidak terima. Sampai 2 minggu mau masuk ke pengadilan, akhirnya rumah sakit menyerah dan mengatakan 'iya pak itu bukan covid'," ungkapnya.
Hal serupa, lanjut Said, juga terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia.
"Klisenya, ternyata anggaran kalau dinyatakan mati covid lebih besar. Jadi ini memang ujian betul saat ini. Ada yang nyebut kalau orang kena covid masuk rumah sakit kemudian dia meninggal, anggarannya sampai 90, ada yang bilang Rp45 juta. Saya tidak tahu. Tapi kira-kira ada kenakalannya juga rumah sakit di situ. Tidak covid dibilang covid," urainya.
Kemudian pada bidang sosial, pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial diminta untuk memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang lebih mutakhir. Itu bertujuan untuk meningkatkan ketepatan bantuan sosial yang diberi pemerintah, tidak saja saat pandemi melainkan di kemudian hari.
Said menyatakan, DTKS akan terus berubah setiap waktu dan tidak akan selalu sama jumlahnya. Oleh karena itu, ia meminta agar Kementerian Sosial dapat membuat DTKS bersifat aktual.
"Bagaimana caranya memperbarui data DTKS itu agar up to date, valid, aktual dan real time. Kalau jam 8 ada 20 juta penerima bansos, jam 12 nya bukan lagi 20 juta tapi sudah 19 juta. Karena sisanya meninggal. Sore berubah lagi data itu, karena sudah naik klasternya. Diharapkan Kemensos bekerja sama dengan Kemendagri, termasuk ESDM urusan subsidi listrik dan elpiji. Kalau ada salah mari kita perbaiki bersama," pungkasnya.(OL-5)
KEMENTERIAN Sosial menyalurkan bantuan logistik sekaligus melakukan pendataan korban terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Integrasi fasilitas dan layanan ini dirancang untuk menghadirkan alur perawatan kanker yang lebih komprehensif dan efisien.
MULAI berfungsinya kembali beberapa rumah sakit di lokasi bencana banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh merupakan kabar baik. Namun, peningkatan jumlah pasien akan meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved