Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayan ( Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mencanangkan penerapan zona integritas untuk 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Melalui pencanangan ini diharapkan terwujud Wilayah Bebas Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan kampus negeri tersebut
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam berharap pencanangan yang dilakukan untuk 14 PTN dan juga di lingkungan Sekretariat Ditjen Dikti Kemendikbud tidak sekadar bersifat seremonial namun harus dibarengi dengan komitmen dan kesungguhan semua pihak untuk mewujudkannya.
Nizam yang didampingi Sesditjen Dikti Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani pada telekonfrensi pers , Rabu ( 1/7) berharap dengan zona integritas PTN dapat memberikan layanan terbaik dengan tagline. Sigap (senyum, semangat, integritas, gotong royong, amanah dan profesional) Melayani.
“Tagline Sigap Melayani atau senyum, semangat dengan penuh integritas, bergotong royong, bergerak cepat, mengemban amanah, mari Kita wujudkan Dikti Kemendikbud Sigap Melayani. Dengan Dikti Sigap Melayani kita wujudkan Kampus Merdeka,” papar Nizam pada Pencanangan Zona Integritas Setditjen Dikti Kemendikbud itu.
Sekretaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengutarakan proses pencanangan telah dirancang sejak Februari lalu yang merupakan bagian dari Pencanangan Zona Integritas di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Khususnya Seketariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tingggi.
“Kebetulan tahun ini kami menjadi pilot project untuk zona integritas, tahun depan bergiliran direktorat-direktorat lain akan menyusul,” kata Paristiyanti.
Baca juga : Tangkal Narkoba di Kampus, Universitas Pancasila Diapresiasi BNN
Nizam.menambahkan Sesditjen Dikti Kemendikbud mesti menjadi contohdan model yang baik menerapkan Zona Integritas." Jangan kita meminta pihak lain atau PTN menjadi zona integritas jika diri internal kita di Sesditjen Dikti tidak mewujudkannya, ".tegas Guru Besar UGM itu.
Adapun kempatbelas PTN antara lain Universitas Sumatra Utara, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman. Lalu Universitas Tanjung Pura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Sam Ratulangi.
Ke 14 PTN ini diharapkan .menjadi contoh yang akan diikuti PTN lainnya.
Koordinator Subtansi Hukum, Tata Laksanana dan Kepegawaian Dikti Kemendikbud, Suwitno menambahkan penunjukan 14 PTN ini merupakan bagian dari program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Startegi Nasional Pencegahan Korupsi yang bertujuan mewujudkan zona integritas WBK dan WBBM.
Dikatakan Dikti Kemendikbud ditunjuk KPK sebagai pembina, mendampingi 14 PTN didukung Inspektorat Jenderal Kemendikbud.( OL-2)
STEFANIA Giannini (2026), Assistant Director-General for Education UNESCO, mengemukakan sistem pendidikan tinggi memainkan peran strategis dan tak tergantikan dalam membangun masyarakat
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved