Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

LSI: 158 Daerah Siap Kembali Produktif pada 5 Juni

Indriyani Astuti
30/5/2020 16:41
LSI: 158 Daerah Siap Kembali Produktif pada 5 Juni
Personel TNI memberikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dalam melaksanakan aktivitas berbelanja.(ANTARA FOTO/Fauzan)

LINGKARAN Survei Indonesia (LSI) merilis hasil temuan yang merekomendasikan 158 daerah di Indonesia cenderung siap bekerja kembali pada 5 Juni 2020. Peneliti LSI Ikrama Masloman memaparkan dari 158 daerah tersebut dibagi menjadi tiga kategori.

Kategori pertama yakni 124 daerah yang tidak terpapar atau belum ada temuan kasus positif virus Korona, kategori kedua, 33 wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai sebelum 5 Juni 2020. Kategori terakhir adalah wilayah yang tidak menerapkan PSBB tetapi kasus Covid-19 di wilayah-wilayah tersebut cenderung terkontrol antara lain Bali, dan Pekanbaru.

"Wilayah lain yang belum disebut belum menjadi subjek dari riset LSI," ujarnya dalam video konferensi di Jakarta, pada Sabtu (30/5).

Ikram beralasan bahwa masyarakat 158 wilayah dinilai dapat segera bekerja kembali secara bertahap, namun didasarkan pada lima pertimbangan hasil dari temuan LSI.

Pertama, kasus kasus virus Korona di wilayah-wilayah tersebut sudah cenderung terkontrol, kedua ada perubahan strategi penanganan pandemi dengan menitikberatkan pada akar rumput seperti penguatan pencegahan di tingkat RT ataupun desa. Ketiga, ekonomi yang harus dipulihkan karena terdampak pandemi.

"Ekonomi harus ditumbuhkan, pandemi korona mempunya efek sangat besar antara lain gelombang PHK. Karena itu ekonomi harus tumbuh, normal baru harus dijalankan untuk menghibndari bencana baru ambruknya ekonomi, karena rantai pasok tidak berjalan dan produksi terganggu," paparnya.

Keempat masyarakat dapat bekerja kembali dengan protokol kesehatan seperti menggenakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik, dan lain-lain sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kelima, pertimbangan lainnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina telah membuka kembali sektor bisnis dengan protokol kesehatan ketat.

Selain rekomendasi, ia menambahkan bahwa ada pula faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika pemerintah memutuskan masyarakat dapat bekerja kembali antara lain pemetaan wilayah yang dibagi dalam zona merah (tinggi kasus), kuning (sedang), dan hijau (rendah atau tidak ada kasus).

"Untuk wilayah yang membuka ekonominya namun grafik kasus hariannya menanjak, wilayah tersebut dapat kembali melakukan PSBB," ucapnya.

Disampaikannya temuan ini didasarkan pada riset kualitatif oleh LSI menggunakan kajian data sekunder dari tiga lembaga yakni Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berupa data kasus harian sejak awal Maret hingga 28 Mei, data WHO, dan Worldometer.Adapun penerapan relaksasi PSBB pada 5 Juni merupakan skenario normal baru yang beredar di masyarakat meski sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya