Selasa 19 Mei 2020, 06:28 WIB

Kemenag Berharap Kepastian Saudi Soal Haji Sebelum Ramadan Kelar

Siswantini Suryandari | Humaniora
Kemenag Berharap Kepastian Saudi Soal Haji Sebelum Ramadan Kelar

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Jemaah Haji Indonesia

 

KEMENTERIAN Agama RI berharap Pemerintah Arab Saudi dapat segera memberikan kepastian terkait penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Info kepastian tersebut diharapkan sudah jelas sebelum berakhirnya bulan Ramadan tahun ini.

"Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Semoga sebelum akhir Ramadan," terang Juru Bicara Kementerian Agama, Oman Fathurahman dalam keterangan tertulis, Senin (18/5).

Menurut Oman, info kepastian penyelenggaran haji penting karena waktunya semakin dekat, sementara Kemenag juga harus melakukan beragam persiapan. Oman mengaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar bisa ikut mengkomunikasikan hal tersebut melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Kemenag juga melakukan upaya proaktif menghubungi pihak Arab Saudi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M.

"Waktu penyelenggaraan ibadah haji semakin dekat. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenlu RI untuk meminta kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahuan 1441H/2020M dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," ujar Oman. 

"Informasi mengenai kepastian penyelenggaran ibadah haji yersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan, apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini," lanjutnya.

Dijelaskan Oman, sampai saat ini persiapan penyelenggaran ibadah haji 1441H terus dilakukan oleh Kementerian Agama. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II masih dibuka dan akan berakhir pada 20 Mei mendatang. Persiapan layanan di Arab Saudi juga sudah dilakukan, meski prosesnya belum sampai pada kontrak pengadaan karena adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Nomor 410711030 tanggal 11 Rajab 1441H/6 Maret 2020. Surat tersebut menjelaskan tentang permohonan untuk menunggu dalam penyelesaian kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

"Jadi persiapan di Saudi sudah dilakukan namun hingga saat ini Kementerian Agama belum melakukan penandatanganan kontrak maupun pembayaran uang muka atas pelayanan jemaah haji di Arab Saudi," tegasnya.

baca juga: Daftar Haji Bisa Sedari Bayi

Oman menambahkan, Kemenag sudah menyiapkan mitigasi atas dua skenario penyelenggaraan haji tahun ini. Dua skenario tersebut adalah haji batal atau tetap dilaksanakan. 

"Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusan Saudi, kami siap melaksanakan," kata Oman.

Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil dalam waktu sangat mepet jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian. (OL-3)

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

Kemenkes Instruksikan Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur Covid-19

👤Nur Azizah 🕔Senin 25 Januari 2021, 12:05 WIB
"Untuk daerah yang memasuki zona merah diharapkan kenaikan jumlah tempat tidur antara 30% dan...
ANTARA/Kornelis Kaha

Ini Masukkan IDI agar Antibodi Terbentuk Pascavaksinasi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 12:00 WIB
"Asupan gizi dan metabolisme yang baik akan membantu proses pembentukan antibodi dalam tubuh menjadi baik...
ANTARA/Sevianto Pakiding

Ini yang Harus Anda Siapkan Sebelum Divaksin Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 11:03 WIB
"Pastikan Anda siap secara mental, berpikiran positif, dan tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya