Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi dalam tiga hari kedepan sejak 18 Mei – 20 Mei 2020 di beberapa wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat disertai angin kencang kilat atau petir.
Humas BMKG Taufan Maulana, mengatakan intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara Papua.
"Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembab," kata Taufan dalam keterangan tertulis, Senin (18/5).
Massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia kecuali di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.
Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Terdapat daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Daya Sumatera serta sirkulasi siklonik diSamudra Hindia Selatan Jawa Timur.
Konvergensi memanjang dari Sumatera barat hingga Bengkulu, di Laut Timor. Daerah belokan angin terdapat di Sumatera Bagian Tengah, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Samudra Pasifik Utara Papua. Low Level Jet dengan kecepatan angin mencapai lebih 25 knot di Samudera Hindia Barat Sumatera dan Samudra Pasifik Timur Philipina.
Untuk wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat hari ini, Senin (18/5) di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Banten, Jawa tengah, Yogyakarta, Nusa tenggara barat, Nusa tenggara timur, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi tenggara, Maluku, Papua barat.
Baca juga :Menko PMK Sebut tidak Ada Pelonggaran PSBB
Kondisi ini masih berlangsung untuk wilayah di Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Nusa tenggara barat, Nusa tenggara timur, Kalimantan tengah, Kalimantan timur, Sulawesi utara, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua barat pada Selasa (19/5).
Kemudian pada Rabu (20/5) di wilayah *Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Yogyakarta, Nusa tenggara barat, Nusa tenggara timur, Kalimantan tengah, Kalimantan timur, Sulawesi tengah, Maluku, Papua barat masih berpotensi dilanda hujan lebat.
Sementara hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi pada hari ini Senin (18/5) di wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, lampung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, kalimantan selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah,Maluku utara dan Papua.
Kondisi ini masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra utara, Riau, Sumatera selatan, Kep.bangka belitung, Lampung, Jawa barat, Jawa timur, Kalimantan utara, Gorontalo, Maluku utara dan papua hingga besok Selasa (19/5).
Untuk wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa barat, Jabodetabek, Jawa timur, Kalimantan barat, kalimantan utara, Gorontalo, Maluku utara, dan papua diprediksi masih berpeluang terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Rabu (20/5).
Pihaknya terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir atau kilat tersebut.
"Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan," pungkas Taufan. (OL-2)
Memasuki puncak musim hujan, warga Jakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang berencana menghabiskan akhir pekan di luar ruangan.
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstremĀ berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
HUJAN dengan intensitas tinggi bahkan disertai angin yang melanda wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved