Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KENDATI pandemi virus covid-19 belum diketahui dengan pasti kapan akan berlalu, pemerintah telah bersiap untuk menapaki kehidupan normal baru. Kesiapan mutlak diperlukan sebab siap atau tidak, kehidupan itu harus dijalani.
Sejumlah skenario pun sudah disusun pemerintah. Dalam kajian yang dilakukan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, misalnya, pembatasan sosial berskala besar atau PSBB akan direlaksasi per Juni 2020. Kemudian, pada akhir Juli atau awal Agustus, akses seluruh kegiatan ekonomi diharapkan dibuka kembali.
Kesiapan menuju normal baru juga dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Melalui Surat Edaran Nomor S-336/MBU/05/2020, dia meminta direksi BUMN untuk bersiap dan mengantisipasi normal baru mulai 25 Mei. Kebijakan itu membolehkan pegawai berusia di bawah 45 tahun kembali bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kebijakan itu disesuaikan dengan penerapan PSBB. “Kalau di wilayah masih PSBB, kita akan mematuhinya. Misalnya, PSBB mengatur bahwa karyawan tak boleh bekerja, kita patuh,” jelasnya, kemarin.
Sektor pendidikan juga mulai menatap kehidupan normal baru. Pemprov DKI Jakarta, umpamanya, menyiapkan tiga skema kembali ke sekolah di tengah pandemi jelang tahun ajaran baru 2020/2021 mulai 13 Juli nanti. Untuk pariwisata, Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko rencananya akan dibuka kembali pada awal Juni demi menumbuhkan ekonomi wilayah sekitar dengan menerapkan protokol pencegahan covid-19.
Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, Indonesia memang harus mempersiapkan diri menuju tatanan hidup dengan covid-19 (THC) karena belum diketahui kapan wabah ini benar-benar berakhir. THC adalah kondisi kehidupan yang masih diwarnai dengan wabah korona, tetapi manusia kembali beraktivitas dengan protokol kesehatan covid-19.
‘’Kita harus bekerja karena tidak mungkin pemerintah seterusnya memberi makan seluruh rakyat. Jika diteruskan, negara bangkrut, orang mati kelaparan, dan terjadi kerusuhan sosial di mana-mana. Cepat atau lambat, Indonesia harus move on dengan covid-19,’’ urai Qodari dalam kajiannya.
Untuk menuju THC, pemerintah harus menjadi dirigen, dan menerapkannya secara bertahap dan hati-hati.
Tidak bisa menunggu
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia Denny JA sepakat dengan langkah pemerintah untuk segera menjalani normal baru. Menurutnya, Indonesia tak bisa diam saja menunggu vaksin covid-19 yang diperkirakan baru ditemukan pertengahan tahun depan.
Bila tak segera menerapkan skenario normal baru, Denny khawatir krisis kesehatan berubah menjadi krisis sosial dan berujung pada krisis politik. Namun, dia mengingatkan dua hal vital. Pertama, protokol kesehatan harus dipatuhi semua pihak. Kedua, pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai adanya serangan covid-19 gelombang kedua.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menegaskan, kehidupan normal baru menjadi keniscayaan agar masyarakat tetap produktif dan aman berdampingan dengan covid-19. “Hidup berdampingan tidak dimaknai kita menyerah, tetapi harus mengubah perilaku kita”.
Meski penambahan kasus positif masih signifikan, ada perkembangan menggembirakan dalam seminggu terakhir yakni pasien yang sembuh naik 4,35% dan yang meninggal turun 0,39%. Hingga kemarin penderita covid-19 sebanyak 17.514 orang, yang sembuh 4.129, dan meninggal 1.148 orang. (Fer/Iam/X-8)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved