Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas Covid-19 Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, mengembangkan inovasi kampung tangguh level rukun warga (RW), mulai kondisi aman sampai bila terjadi kekacauan.
Kampung tangguh ini semula input data kriterianya manual, lalu dikembangkan berbasis aplikasi atau daring. Dengan demikian, ketika penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), bahkan lockdown sekalipun, masyarakat sudah siap.
“Partisipasi warga sangat tinggi. Mereka terlibat aktif sampai menentukan sendiri bahan pangan yang diperlukan selama PSBB dan lockdown,” ujar dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang Mochammad Syamsul Hadi, kemarin.
Syamsul mengaku sudah menerapkan inovasi tersebut dan mencoba skenario lockdown di Kampung Cempluk, Kalisongo, Kabupaten Malang.
Menurut dia, spirit kampung tangguh ini memperkuat masyarakat di tingkat RW agar benar-benar tangguh dalam hal logistik, sumber daya
manusia, informasi, keamanan, dan kesehatan. Intinya, kesiapan masyarakat diperlukan sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Kesiapan itu agar masyarakat bisa bertindak mandiri sesuai SOP, mulai distribusi bantuan pangan, penanganan warga yang sakit, dan pemakaman jenazah,’’ ujarnya.
Sejauh ini, penerapan inovasi kampung tangguh sudah berjalan di sekitar UB Forest. UB Forest merupakan hutan pendidikan seluas 554 hektare di kawasan lereng Gunung Arjuno, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Tawang Argo, Karangploso, Kabupaten Malang.
“Inovasi lumbung pangan dan kampung tangguh, kita instal 62 desa dan kelurahan di Malang Raya,” imbuhnya.
Selain Universitas Brawijaya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Kabupaten Malang, Jawa Timur, juga mendirikan kampung hebat dan kampung gotong royong tanggap pandemi covid-19.
Salah satu misi kampung itu, agar warga menanam tanaman pangan di lahan rumah masing-masing dan lahan milik warga yang mampu. Saat ini, area tanam mencapai 1.000 hektare. Hasil panennya untuk mengisi lumbung desa.
“Kampung hebat itu berbasis kelurahan dan kampung gotong royong berbasis desa,” tegas Ketua Satgas Gugus Tugas Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Muhammad Mihron Zubaidi, kemarin.
Ia menjelaskan kampung hebat dan kampung gotong royong di Dusun Sumber Gong, Desa Kedok, dan Kelurahan Sedayu itu memperkuat ketahanan iman, ketahanan keamanan, ketahanan imun, dan ketahanan pangan.
Masyarakat setempat sudah menerapkan kearifan lokal di desa mereka guna memperkuat ketahanan desa dan kelurahan sejak sebelum pandemi covid-19. Kini, warga memperkuat keamanan dengan menerapkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Pintu masuk perumahan diberi portal, warga turut menjaga keamanan lingkungan lengkap dengan akses ke polisi,” ujarnya. (BN/X-10)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved