Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI virus korona (covid-19) menimbulkan dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Tidak sedikit yang mengalami kesulitan akibat penghasilan berkurang hingga kehilangan pekerjaan.
Kondisi ini mendatangkan potensi anak putus sekolah karena perekonomian keluarga memburuk. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, berpendapat ada hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi peningkatan angka putus sekolah. Seperti, memanfaatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang penggunaannya telah direlaksasi.
Baca juga: Kemendikbud Perlu Ingatkan Orang Tua Agar Tetap Bayar SPP
“Komisi X sudah mengajukan. Kalau di PAUD Dikdasmen minta supaya beberapa hal itu dibantu BOS. Kan ada relaksasi, ada kelenturan. Jadi bisa menggunakan BOS untuk membantu guru dan siswa,” ujar Fikri saat dihubungi, Rabu (6/5).
Selain itu, pimpinan perguruan tinggi dapat meringankan hingga membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang ekonominya terdampak covid-19. Itu sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017. Pemerintah juga dapat memberikan insentif khusus bagi perguruan tinggi swasta (PTS).
“Pemasukan mereka kan pendapatan negara bukan pajak. Semuanya juga turun. Kalau ini sumbernya dari orang tua atau masyarakat, sebaiknya sudahlah tidak apa-apa turun. Jadi dipotong saja, dikurangi, atau dihilangkan untuk kepentingan yang membutuhkan,” papar Fikri.
Baca juga: Semangat Belajar Warga Putus Sekolah di Tengah Pandemi
Untuk menekan potensi kekurangan dana BOS dan dana perguruan tinggi selama pandemi, pemerintah daerah harus mendata jumlah siswa dan mahasiswa yang rentan putus sekolah. Sehingga, pemberian bantuan lebih tepat sasaran.
“Yang penting ada datanya. Jadi kalau masyarakat sekarang bisa didata dikasih sembako, nah ini siswa, peserta didik dari SD SMP SMA itu harus didata. Sama dengan masyarakat pada umumnya,” tandasnya.(OL-11)
Dana BOS tersebut dialokasikan untuk 31 ribu Raudhatul Athfal (RA) sebesar Rp428 miliar, serta Rp4,1 triliun bagi 52 ribu madrasah swasta di seluruh Indonesia.
Pemotongan dana BOS ini memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan pembelajaran, terutama kebutuhan praktik siswa.
Perlu segera adanya revisi regulasi yang mengatur soal Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar mencakup semua sekolah termasuk sekolah swasta secara menyeluruh.
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengingatkan pemerintah agar memberikan perlakuan yang adil bagi seluruh guru
Kemendikdasmen akan membuat proses transparansi dengan menerbitkan data daya tampung sekolah khususnya untuk sekolah negeri.
Sudah ada sekitar 7 ribu guru honorer yang mendapatkan pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan mendapatkan penempatan.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved