Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANAK-ANAK yang mengalami trauma, pelecehan, penelantaran, dan disfungsi keluarga berisiko tinggi menderita penyakit jantung pada usia 50 dan 60-an. Demikian hasil penelitian baru yang dilakukan Northwestern Medicine, Amerika Serikat.
Penelitian itu menggunakan studi coronary artery risk development in young adults untuk menentukan bagaimana lingkungan psikososial masa kanak-kanak terkait dengan insiden penyakit kardiovaskular dan mortalitas di usia paruh baya. Responden diminta menjawab pertanyaan survei, seperti seberapa sering orangtua atau orang dewasa lain di dalam rumah membuat responden merasa dicintai, didukung, dan dirawat. Selain itu, seberapa sering mereka merasa dicerca, dihina, dan terancam saat di rumah.
Hasilnya, mereka yang terpapar kemalangan di lingkungan keluarga di masa kanak-kanak lebih dari 50% berisiko memiliki kejadian serangan jantung atau stroke. (Xinhua/Hym/X-7)
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved