Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 22 rumah sakit di Indonesia telah siap melaksanakan Solidarity Trial penanganan covid-19 yang diselenggarakan oleh WHO. Indonesia melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan melaksanakan peluncuran Solidarity Trial di Kementerian Kesehatan melalui video conference dengan melibatkan perwakilan WHO Indonesia, Badan POM, unit utama Kemkes, para peneliti dan beberapa rumah sakit yang menjadi tempat pelaksanaan penelitian.
"Kalau kita perhatikan 22 rumah sakit tadi adalah kombinasi dari rumah sakit-rumah sakit vertikal maupun rumah sakit daerah, RS swasta, RS universitas dan ada RS yang ada di bawah TNI AU. Jadi RS ini kita anggap sebagai batch pertama yang akan terlibat dalam penelitian solidarity trial," kata Irmansyah dalam keterangan resmi, Jumat (25/4).
Terkait pelaksanaan, Irmansyah mengatakan obat penelitian sudah didistribusikan ke-8 RS, lima di antaranya sudah siap melaksanakan pengujian. Kelima rumah sakit telah mempunyai 3 dari 5 lengan/kelompok terapi yakni kelompok yang diberikan Hydroxychloroquine, kelompok dengan lopinavir/ritonaviraluvia, dan kelompok pengobatan standar pelayanan RS. Dengan demikian artinya pihak RS sudah bisa melakukan perekrutan partisipan dan randomisasi.
"Saya baru saja mendapatkan informasi bahwa perekrutan pasien pertama sudah dilakukan di RS Wahidin Sudirohusodo," ungkap Irmansyah.
baca juga: Dlugdag, Penanda Puasa yang Ditunggu
Solidarity Trial merupakan program dari WHO yang melibatkan lebih dari 100 negara guna melakukan pengujian klinis terhadap 4 kandidat utama antivirus sebagai obat covid-19, yakni remdesivir, lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon beta 1a, dan chloroquine/hydroxychloroquine. Semua obat disediakan oleh WHO dengan Kementerian Kesehatan sebagai koordinator penelitian.
"Indonesia menjadi negara ke-enam yang telah memulai pelaksanaan studi ini, melalui pengujian ini diharapkan bisa mempercepat penemuan obat untuk covid-19. Solidarity Trial ini dilaksanakan dalam skala besar untuk menghasilkan bukti data yang kuat, dan kita butuhkan untuk menunjukkan obat mana yang paling aman dan efektif," terang Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Abdul Kadir. (Ata)
Berikut adalah daftar RS yang menyatakan siap bergabung dalam Solidarity Trial WHO :
1.RSPI Prof. Sulianti Soeroso, Jakarta
2.RSUP H. Adam Malik, Medan
3.RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung
4.RSUP Dr. Soetomo, Surabaya
5.RS Univ. Udayana, Bali
6.RSUP Dr. Kariadi, Semarang
7.RSUD Ambarawa, Semarang
8.RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta
9.RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
10.RSUD Dr. Moewardi, Solo
11.RSUP Persahabatan, Jakarta
12.RSUP Prof. Dr. Kandou, Manado
13.RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar
14.RSJ Prof. Soerojo, Magelang
15.RSUP Dr. M. Djamil, Padang
16.RS Univ. Airlangga, Surabaya
17.RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru
18.RSUD Dr. Achmad Mochtar, Bukit Tinggi
19.RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang
20.RS YARSI, Jakarta
21.RSPAU Dr. Esnawan Antariksa, Jakarta
22.RSUP Sanglah, Bali
(OL-3)
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved