Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan Indonesia pada tahun ini mengalami el nino netral dengan tingkat kekeringan pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan normalnya.
"Awan hujan masih tersedia sekitar April-Mei. Sehingga ini waktu yang paling tepat untuk menyelenggarakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada beberapa provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mengisi embung dan membasahi gambut," jelas Dwikorita.
Baca juga: Menteri Siti Nurbaya: Antisipasi Karhutla Tetap Prioritas
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza memaparkan pelaksanaan TMC akan lebih efisien apabila menggunakan pesawat berkapasitas besar milik TNI.
"BPPT sudah melaksanakan TMC di Provinsi Riau dengan pelaksanaan sebanyak 27 sortie, menghasilkan hujan hampir setiap hari dengan volume 97,8 juta m3, sehingga titik hotspot di Riau pernah berkurang hingga nihil," katanya. (X-15)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
HUJAN dengan intensitas tinggi bahkan disertai angin yang melanda wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved