Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pakar Empon Empon klaim Sembuhkan Pasien Positif Covid-19

Widjajadi
13/4/2020 13:50
Pakar Empon Empon klaim Sembuhkan Pasien Positif Covid-19
Tri Dewa memperkenalkan minuman sehat untuk penyembuhan pasien korona kepada Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.(MI/Widjajado)

SETIDAKNYA tujuh pasien positif korona (Covid-19) yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta sembuh, setelah diberi minuman sehat hasil olahan seorang pakar empon empon asal Solo.

Klaim itu diungkap oleh Tri Dewa, 50, pakar empon empon warga Punggawan, Banjarsari, Solo saat bertemu dengan Walikota FX Hadi Rudyatmo di Balaikota setempat, Senin (13)4).

Pria berkuncir ini mengaku tidak memiliki latarbelakang farmakologi. Namun, berkat ketekunannya mengelola dan merawat tanaman empon empon, ia menjadi sangat paham dengan sifat sifat dan kasiat dari tanaman yang dibudidayakannya itu.

Bahkan ketika dunia global berkembang virus SARS ( severe acute respiratory syndrome), hingga munculnya  SARS CoV tipe 2, Dewa sudah sering melakukan uji coba membuat ramuan jamu, dari berbagai empon empon yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh dari serangan virus.

"Ya coba-coba saja, paling efeknya mencret. Minuman sehat buatan saya ini tidak pernah saya jual, ya hanya untuk keluarga dan juga teman yang mau," tutur Dewa kepada Media Indonesia seusai bertemu walikota Solo.

Ketika wabah covid 19 muncul dan menghantam dunia, termasuk Indonesia, ia  mencoba meracik 20 macam empon empon untuk dijadikan minuman sehat.

Hasil ramuan itu setelah diberi tambahan ion positif yang dibuatnya dengan peralatan  khusus, lalu dimasukkan kedalam botok ukuran 250 ml. Lalu minuman sehat produksi rumah Punggawan itu diberi nama label Contra Vid, dan diperkenalkan kepada teman temannya.

"Lalu sejumlah teman saya di Jakarta tertarik. Bahkan ada pemilik rumah sakit di Pondok Indah dan Cibinong ingin mencoba. Lalu ada dokter yang juga mencoba minum. Saya bilang jika ingin efektif, harus diminum selama 5 hari berturut turu baru terlihat hasilnyat" kata Dewa.

Ternyata, sedikitnya 7 pasien positif korona yang diberi minuman ramuan 20 macam empon empon bikinan Tri Dewa secara diam diam oleh oknum dokter yang merawatnya, jadi sembuh dan sehat kembali, usai minum lima botol selama lima hari, daya imunitas tubuh meningkat drastis.

Sayangnya, minuman sehat bikinan Tri Dewa ini belum pernah diuji laboratorium. Walikota Rudy yang mendengarkan uraian dan paparan Tri Dewa menyarankan, agar minuman sehat dari empon empon itu diuji lab terlebih dulu, aga hasilnya teruji.

Dewa mengaku, sebenarnya ia pernah mengajukan uji lab atas sejumlah ramuan yang dibuatnya ke lembaga laborat, termasuk BPOM, tapi ditolak atau tidak diberi kesempatan.

"Ya semacam mafia dunia farmasi .Sementara saya tidak memiliki modal apa pun kecuali semangat. Tetapi modal semangat saja tidak cukup, meski itu misi kemanusiaan," ungkap Dewa memberi alasan kenapa ramuan minuman sehat buatanya belum pernah diuji lab.

Walikota FX Hadi Rudyatmo memberikan apresiasi, jika memang ramuan minuman sehat dari empon empon itu bisa membantu memerangi covid 19, Pemkot siap membantu. Juga diminta, agar ramuan minuman sehat itu jangan menggunakan pengawet.

"Ya dengan syarat, harus jelas hasil uji lab, komposisinya seperti apa, dan memiliki izin. Begitu halnya terkait pasien positif korona yang sembuh, ada testimoninya, termasuk dokter yang menangani meski itu oknum. Pemkot akan bantu, menyediakan dewan riset, dan nanti produksi massalnya seperti apa, semua dikemukan dulu," pesan walikota beekumis tebal itu kepada Tri Dewa.

Termasuk adanya pesanan khusus dari sejumlah kedubes asing atas ramuan minuman sehat Contra Vid itu, walikota juga menyarankan untuk diikutkan sebagai bukti, bahwa minuman empon empon dari Kota Solo itu sangat dibutuhkan dalam situasi pandemi global korona.

Walikota Rudy menambahkan, dalam situasi pagebluk yang meresahkan masyarakat ini, berbagai usaha untuk mengenyahkan covid 19, hingga situasi normal kembali, usaha kemanusiaan dalam bentuk apa pun perlu didukung.

"Apalagi itu diupayakan oleh warga Solo, pasti saya mendukung. Tapi syaratnya, kalau itu menyangkut obat atau jamu, ya harus jelas terkait kandungan dan hasil klinisnya, termasuk perizinan," imbuh dia sekali lagi.

Dewa menegaskan, terkait usaha rumahan berupa minuman sehat yang diingini sejumlah kedutaan asing, seperti dari Singapura, Malaysia, Amerika, Spanyol,Italia dan Kuwaiti ini, ia kebingungan modal.

Singapura lewat sebuah perusahaan farmasi dari negara it telah meminta sampel untuk diuji lab sebelum memesan secara kongkrit. " Sedang sejumlah Kedubes lain, saya akan presentasi," katanya. (OL-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya