Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di tengah pandemi virus korona (covid-19). Ketersediaan APD dijamin hingga dua bulan mendatang.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin, Muhammad Khayam, mengatakan sebanyak 3 juta APD akan diproduksi dalam waktu satu bulan.
"Insha Allah APD hingga Mei aman. Tapi kebutuhan 3 juta dalam sebulan dipastikan terlebih dahulu. Kebutuhan APD dalam negeri terjamin," ujar Khayam saat dihubungi, Selasa (31/3).
Baca juga: Butuh 3 Juta APD, Presiden: Percepat Pengadaan
Dalam keadaan normal, lanjut Khayam, produksi APD sebanyak 12 juta per tahun, atau 1 juta dalam sebulan. Namun situasi berbeda ketika pandemi covid-19 terjadi. Kebutuhan APD domestik meningkat sangat tajam. Menurutnya, sulit bergantung pada impor, karena sebagian besar negara menghentikan ekspor APD.
Saat ini, industri tekstil di dalam negeri berpotensi besar untuk menopang ketersediaan APD bagi tenaga medis di Tanah Air. Kemenperin pun menggandeng 25 perusahaan tekstil untuk terlibat dalam pembuatan APD. Sebelumnya, sejumlah perusahaan tidak memproduksi APD. Namun setelah ditugaskan pemerintah, mereka bersedia memproduksi APD.
"Total ada 31 perusahaan yang memproduksi APD dengan 25 di antaranya adalah perusahaan tekstil. Sedangkan 6 perusahaan bergerak di pembuatan alat kesehatan dan APD," jelas Khayam.
Baca juga: Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
"Untuk bahan bakunya kebanyakan dari dalam negeri baik polyester, cotton, nilon, yang sebelumnya sudah distok oleh perusahaan tersebut dengan jumlah yang besar," imbuhnya.
Meski kebutuhan tenaga medis diperkirakan sekitar 3 juta APD, namun 25 perusahaan tersebut dapat memproduksi 18 juta APD dalam satu bulan. "Jadi kapasitas kita yang semula 1 juta APD dalam sebulan, menjadi 18 juta APD per bulan. Ini tentunya dorongan industri tekstil," pungkas Khayam.
Kapasitas produksi setiap perusahaan dikatakannya bervariasi. Mulai 300 ribu hingga 5 juta APD per bulan. Adapun pengaturan distribusi APD diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Produksinya akan dilakukan pada minggu pertama April. Meski kapasitas produksi hingga 18 juta, tapi kebutuhan dari BNPB hanya 3 juta di seluruh Indonesia. Tapi kita selalu siaga, jadi tidak ada masalah,” tutupnya.(OL-11)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Tambang Emas Gosowong yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar apel pembukaan di lapangan sepak bola Gosowong
KERJA keras Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumatra Utara mendapat dukungan Temasek Foundation Singapore
Adanya tambahan dana pilkada seharusnya protokol kesehatan ditingkatkan agar tidak terjadi peningkatan pasien covid-19.
Penggalangan dana telah dimulai sejak 29 April 2020, dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp310.662.352. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk 10.000 masker kain dan 500 set APD lengkap.
RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, meminta dana insentif covid-19 bagi para petugas instalasi pemulasaraan jenazah segera dicairkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kegiatan tersebut berupa pembagian bantuan alat pelindung diri (APD) di fasilitas umum terutama sekolah dan tempat keramaian lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved