Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid atau kegiatan peribadatan lainnya bisa disebabkan beberapa faktor. Antara lain interpretasi fatwa, persepsi terhadap situasi yang berbeda-beda, maupun kurangnya sosialisasi terkait covid-19. Menurutnya, masyarakat memiliki penafsiran yang berbeda pada fatwa MUI.
"Fatwa MUI menyebutkan bahwa bagi mereka yang sehat dan daerahnya tidak berbahaya maka boleh menyelenggarakan salat fardlu berjamaah, salat Jumat, dan kegiatan keagamaan dengan tetap menjaga kebersihan dan keselamatan," kata Abdul kepada Media Indonesia, Minggu (22/3).
Selain itu, lanjutnya, sosialisasi terkait covid-19 kepada masyarakat dinilai masih kurang.
"Mereka (masyarakat) menganggap korona sebagai masalah biasa karena tidak merasakan langsung dampak dan bahaya yang ditimbulkannya," jelasnya.
Namun, Abdul juga melihat masih adanya pemahaman fatalistis berdasarkan pemahaman Hadits secara tekstual bahwa tempat berlindung terbaik ketika terjadi musibah adalah masjid. Selain itu, ada juga pemahaman bahwa hidup dan mati adalah takdir Tuhan dan bahwa mereka yang mati karena wabah termasuk mati syahid.
baca juga: Media Hotel Jadi Posko Covid-19, Doni Minta Dukung Tenaga Medis
"Pemahaman yang salah ini harus diluruskan melalui dialog dan penjelasan ajaran Islam yang komprehensif," ungkapnya.
Di sisi lain, Abdul menilai bahwa sebagian besar masyarakat mematuhi fatwa MUI.
"Muhammadiyah sudah ada maklumat yang Insya Allah dipatuhi oleh sebagian besar warga Persyarikatan," pungkasnya. (OL-3)
Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (10/3), dan MUI diwakili oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. Marsudi Syuhud.
LPEU MUI meluncurkan Program Perumahan Merah Putih, sebuah skema hunian berbasis syariah yang ditujukan bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
LEMBAGA Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) tingkat pusat secara resmi melakukan pentasarufan (penyaluran) dana kepada Majelis, Lembaga, dan Organisasi Otonom.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyampaikan tujuh poin sikap Muhammadiyah mencermati perkembangan Kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, salah satunya mengecam serangan AS ke Iran
Membaca Al-Quran akan memberikan pengaruh spiritual lebih dalam apabila dilakukan dengan tartil, sesuai perintah dalam Al-Muzammil ayat 4.
Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah secara individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dalam memperkuat kerukunan dan persatuan.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved