Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu jurnalis yang berbasis di Jakarta berstatus pasien dalam pengawan (PDP) virus korona (Covid-19) bercerita soal pengalamannya sebelum dan selama menjalani masa isolasi.
Seorang jurnalis berinisial T, 25, merasa was-was ketika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif virus korona (covid-19), Sabtu (14/3) malam. Pasalnya, T sempat berjumpa untuk mewawancara Budi dengan jarak wawancara kurang dari satu meter, pada 3 Februari silam.
Baca juga: Terapkan Social Distancing, Layanan Pembayaran Pajak Dibatasi
T merasa cukup lega. Sebab, dirinya telah melewati masa inkubasi 14 hari terhitung sejak bertemu Budi.
Namun, T teringat dengan liputannya di Amigos Cafe, Kemang Jakarta Selatan, yang menjadi salah satu lokasi interaksi Warga Negara (WN) Jepang dengan pasien nomor 01 dan 02, sekitar 3 Maret kemarin.
Rasa lega yang dirasakan T tiba-tiba hilang dan pikiran menjadi tak menentu.
Badannya mulai lemas. Dadanya terasa berat karena adanya dahak yang menumpuk. Namun, ia optimistis lantaran tetap beraktivitas melakukan kerja-kerja jurnalistik.
Akhirnya T mencoba mendatangi rumah sakit yang tak jauh dari Kebun Binatang Ragunan untuk tes korona. Tahapnya, screening awal dengan konsultasi terlebih dahulu riwayat bertemu dengan pasien positif, cek tensi, dan cek suhu tubuh.
“Lebih kaget lagi, di sini tak ada istilah social distance, padahal ruang tunggu terbilang cukup luas.Walau semua memakai masker, banyak pasien duduk berjejer di kursi taman berkapasitas 4 orang,” ujar T.
Lalu, T diarahkan ke Poli Paru untuk berkonsultasi dengan dokter paru. Karena ada riwayat kontak dengan Menteri Perhubungan dan ke Amigos, T pun langsung dikategorikan sebagai PDP.
Setelah melalui tes rontgen, dan tes darah, T lantas dianjurkan juga untuk tes swab oleh dokter.
“Saya mengerjakan sejumlah surat persetujuan, di antaranya surat penyataan bahwa saya setuju akan di-swab dan, surat persetujuan spesimen tes swab saya akan dijadikan bahan penelitian,” ucap T kepada Media Indonesia.
Ia diminta oleh pihak rumah sakit untuk datang kembali selama 2-3 hari ke depan.
“Dokter bilang isolasi mandiri 14 hari di rumah, jangan banyak ketemu orang termasuk keluarga di rumah,” tuturnya.
Waktu untuk melakukan tes swab pun tiba. Sebelum di tes, kondisi T semakin membaik karena sudah tidak sesak nafas, namun nyeri sariawan masih menghantui.
T merasa kesigapan rumah sakit sudah maksimal. Namun, dirinya harus ekstra bersabar karena pasien yang membludak membuat antrean panjang dan bisa memakan waktu lama.
Baca juga: Pegawai Bima Arya yang Ikut ke Azerbaijan Juga Positif Covid-19
“Sudah maksimal, cuma emang harus sabar, karena pasien banyak jadi antrean lama,” tuturnya.
Usai di tes swab pada Kamis (19/3), kini T kembali mengisolasi diri dalam rumah, sampai ada kepastian apakah dirinya negatif, atau positif terinfeksi virus korona covid-19. (OL-6)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved