Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia akan mengevaluasi sejumlah kebijakan untuk memperketat penyebaran virus korona, salah satunya ialah kebijakan untuk menarik wisatawan asing dan kebijakan soal visa.
Evaluasi itu, kata Juru Bicara Pemerintah terkait penanganan virus korona, Achmad Yurianto, dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona penyebab Covid-19 sebagai pandemi global.
"Dunia sekarang memutuskan untuk tidak memberi kemudahan pergerakan dari satu negara ke negara lain. Ini dijalankan untuk mengurangi penyebaran," katanya di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menegaskan, status pandemi yang dikeluarkan WHO menuntut semua negara untuk lebih memperketat penanganan penyebaran virus korona.
"Jadi intinya tidak boleh ada negara yang tidak mengantisipasi penyakit ini. Semua harus merespon dengan baik," ujar Yurianto.
Italia dan Denmark bahkan melakukan langkah isolasi terhadap seluruh wilayahnya untuk menahan laju penyebaran virus yang bermula di Wuhan, Tiongkok itu.
Baca juga : Pemprov DKI: Situs corona.jakarta.go.id Diserang Ddos
Namun, Yurianto memastikan, untuk saat ini, langkah serupa tidak akan diambil pemerintah Indonesia.
"Lock down hanya akan menyulitkan kita melakukan sesuatu termasuk penelusuran orang-orang yang mungkin melakukan kontak dengan pasien positif," tutur dia.
Dengan diangkatnya status korona dari endemi jadi pandemi, seluruh negara di dunia juga harus menyiapkan banyak prasarana dan sarana kesehatan seperti masker, obat dan kit laboratorium pemeriksaan.
"Kita sudah pastikan kesiapan. Ada 10 ribu lebih kit laboratorium pemeriksaan dan kita masih akan tambah lagi. Perusahaan-perusahaan BUMN juga memastikan kesiapan mereka dalam menyediakan masker untuk beberapa waktu ke depan. Kita pastikan ada 15 juta masker," rerang Yurianto.
Namun, sedianya, fokus yang harus dilakukan saat ini bukanlah menyiapkan peralatan kesehatan melainkan mengendalikan rantai penularan covid-19.
"Itu yang akan kira terus lakukan. Kita telusuri kemana saja pasien positif ini pergi. Kalau ada yang kontak dekat bisa kita isolasi supaya tidak terjadi sumber penyebaran baru di masyarakat," papar dia. (RO/OL-7)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved