Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, mengatakan kemampuan literasi berkaitan erat dengan tingkat pengetahuan suatu bangsa dalam mengimplementasikan dan mengeksplorasi sumber daya alam yang melimpah untuk kesejahteraan masyarakat. Dia mengungkapkan, suatu negara bisa punah apabila masyarakatnya tidak menguasai literasi.
Oleh sebab itu, perpustakaan nasional mengambil kebijakan utama tentang cara meningkatkan indeks literasi bangsa Indonesia yang saat ini di masih di bawah negara lain.
Namun, Syarif meminta agar masyarakat tidak terjebak pada opini tentang rendahnya budaya baca di Tanah Air.
"Indonesia budaya bacanya bukan rendah, tapi yang mau dibaca tidak cukup. Saat ini untuk kebutuhan buku-buku ilmu terapan, 1 buku ditunggu 5 ribu orang yang artinya dibutuhkan waktu 13 tahun bagi setiap orang untuk mendapatkan akses buku. Kita jangan terjebak pada opini tentang rendahnya budaya baca, tetapi mari kita perbaiki," kata Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya di acara Rakornas Perpustakaan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (25/2).
Selain itu, menurut Syarif, berdasarkan standar UNESCO, untuk meningkatkan kemampuan literasi setiap orang seharusnya membaca paling sedikit tiga buku setiap tahunnya.
"Kalau jumlah warga Indonesia 270 juta, berarti kita butuh 710 juta eksemplar buku setiap tahun," imbuhnya.
Baca juga: Wisata Literasi di Grhatama Pustaka
Kemudian, masyarakat juga harus bisa menciptakan ide atau gagasan baru dari buku-buku yang dibacanya. Tidak cukup hanya sekedar memahami apa yang tersirat dan tersurat. Dia menegaskan bahwa pendidikan dan perpustakaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
"Pendidikan dan perpustakaan tidak bisa dipisahkan karena perpustakaan merupakan jantung dari sebuah pendidikan," imbuhnya.
Syarif berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat bisa bekerja sama untuk menciptakan taman bacaan yang layak sesuai kebutuhan masyatakat.
"Paradigma perpystakaan bukan persoalan bagaimana anda datang ke perpustakaan tapi bagaomana perpustakaan datang ke masyarakat," tandasnya.
Saat ini Indonesia telah memiliki tiga aplikasi perpustakaan yang dapat diakses melalui telepon genggam yaitu, Indonesia One Search yang menyediakan sekitar 3 miliar artikel, i-pusnas perpustakaan digital yang menyediakan jutaan buku yang dapat dibaca secara online, dan Khastara (Khasanah Nusantara) yang menyimpan ratusan ribu dokumen kuno. (A-2)
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Baznas) RI menganugerahkan penghargaan kepada 906 penggerak zakat, baik lembaga maupun perorangan, atas kontribusi nyata mereka dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) siap menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Baznas Awards 2025 pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta.
Dengan menyatukan langkah bersama, BPRS akan mempunyai suara yang kuat dan masukan yang kuat kepada regulator serta pemangku kepentingan
Ada tiga hal yang harus dilakukan pengelola BPRS, yakni memperbaiki tata kelola, melaksanakan manajemen risiko dan melakukan digitalisasi.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memperkuat transformasi kebijakan tata kelola lembaga zakat untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang berdampak.
Melalui forum ini, Forhati menegaskan komitmen dalam mengonsolidasikan kekuatan perempuan dan membangun pengetahuan kolektif tentang isu-isu strategis perempuan di 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved