Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengusulkan pengalaman mahasiswa Indonesia di Wuhan, Tiongkok saat berkutat dengan dengan virus korona COVID-19 hingga proses evakuasi dan proses karantina di Natuna dijadikan buku sebagai peringatan ke masyarakat.
Hal itu dikatakan Lestari saat menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Indonesia di Wuhan yang baru saja menyelesaikan proses observasi selama 14 hari di Natuna usai dievakuasi dari Wuhan, di gedung Nusantara 3, Kompleks DPR/MPR, Selasa (19/2).
“Sehingga pengalaman yang jarang ini bisa dibagikan ke masyarakat luas agar lebih mewaspadai dampak virus COVID-19 ini,” kata Lestari.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan, evakuasi warga negara Indonesia di Wuhan akibat merebaknya COVID-19, merupakan kerja sama solid antara pemerintah, legislatif, dan kalangan swasta yang membuat proses itu menjadi lancar.
Dalam pertemuan itu, para mahasiswa yang dinyatakan dalam keadaan sehat itu juga turut menceritakan suasana di Wuhan saat COVID-19 pertama kali merebak di akhir tahun lalu.
Baca juga : Ini Penyebab Kelangkaan dan Mahalnya Masker di Jakarta
Selain itu, mereka juga menegaskan, masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya di Indonesia menerima kepulangan mereka dengan baik usai menjalani proses karantina.
"Sejauh ini masyarakat di lingkungan kami sih menerima kami dengan baik. Demikian juga dengan aparat pemda," ujar Fani mahasiswa semester 1 Universitas Wuhan.
Fani juga mengusulkan agar pemeriksaan orang yang masuk ke Indonesia dari Tiongkok lebih diperketat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Hal itu karena ia melihat ada modus masuk ke Indonesia dengan pemeriksaan minimum dengan terlebih dahulu transit di Thailand.
"Ada beberapa kenalan yang saat di sejumlah bandara di Tiongkok belum di lock down tidak langsung ke Indonesia. Mereka ke Thailand dulu, baru terbang ke Indonesia. Mereka bisa tidak melalui pemeriksaan yang ketat," jelasnya. (OL-7)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved