Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Islam Indonesia (UII) mengembangkan Program Percepatan Guru Besar. Hal ini menjadi langkah serius, karena saat ini ada 191 dosen di UII yang telah bergelar doktor, 47 diantaranya telah memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala.
''Sebanyak 26 dosen telah layak diajukan untuk mengikuti proses Guru Besar. Dari 26 ini tiga diantaranya sudah kami ajukan usulan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi untuk diproses menjadi Guru Besar,'' kata Wakil Rektor UII, Imam Djati Waluyo, Rabu (12/2).
Menurut dia pembentukan Program Percepatan Guru Besar yang diinisiasi pada 2019 lalu itu merupakan bentuk komitmen UII untuk terus menambah jumlah guru besar.
Saat ini, katanya, UII telah memiliki 20 guru besar termasuk tiga yang terbaru yang menerima SK pada akhir 2019, Prof. Drs. Nur Feriyanto, M.Si, Prof. Dr. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., dan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc.Ph.D.
Dikatakan, Program Percepatan Guru Besar UII ini terdiri dari Sabbatical Leave, Visiting Professor, hibah penelitian kolaboratif dab coaching clinic.
Melalui program-program tersebut, katanya, universitas juga memberikan berbagai fasilitas termasuk biaya hidup. Dikatakan pakar UII yang
melakukan kolaborasi dengan pakar di luar UII, disediakan dana hingga Rp75 juta per orang.
Semua dalam Program Percepatan Guru Besar ini bertujuan untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi yang diterbitkan di jurnal
internasional bereputasi, terindeks pada Web of Science atau scopus serta memiliki dampak faktor isi Web of Science atau scimago journal
rank yang masuk dalam quartile-1, quartile-2, dan quartile-3 sebagai penulis pertama dan korespondensi.
''Selama 2019 saja, UII menyediakan alokasi anggaran untuk Program Percepatan Guru Besar, hingga Rp291.750.000 yang dimanfaatkan untuk sabbatical leave tiga orang, coaching clinic tiga orang dan penelitian kolaboratif satu orang,'' katanya.
Ke depan, lanjutnya, UII akan terus menjalankan program-program yang lebih masif dan intensif guna mengakselerasi pertumbuhan Guru Besar di lingkungan UII.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof Dr Didi Achjari SE M.Com Ak.CA mengatakan, lembaga ini menargetkan memilki 100 dosen dengan jabatan Guru Besar atau Profesor di lingkungan LLDikti Wilayah V DIY hingga tahun 2023.
''Dan saat ini, LLDikti Wilayah V DIY baru memiliki 65 Guru Besar/Profesor, termasuk 7 Guru Besar yang menerima SK Guru Besar dari
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI per 1 November 2019,'' katanya. (OL-2)
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Perguruan tinggi sebagai pengampu pendidikan tinggi disebut harus bisa melakukan berbagai terobosan dan penguataan kelembagaan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved