Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAPA banyak otot yang Anda miliki menunjukkan seberapa sehat jantung. Hal itu terungkap dalam penelitian baru tentang massa otot dan kardiovaskular.
Studi yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology And Community Health memaparkan pria paruh baya dengan banyak otot menurunkan risiko penyakit jantung sebanyak 81%.
Kerangka otot, salah satu jaringan tubuh paling fleksibel dan aktif memberikan kekuatan untuk menggenggam, menjangkau, mengangkat, dan melangkah. Otot juga penting untuk kesehatan metabolisme. Namun, massa otot menurun seiring bertambahnya usia, dimulai ketika kita berusia 30-an atau di awal 40-an. (CNA/Hym/X-3)
Disebutkan, 3,2 miliar tahun lalu, lautan mengandung lebih banyak isotop oksigen laut jika dibandingkan dengan isotop oksigen yang dihasilkan oleh daratan saat ini.
SEJUMLAH ahli paleontologi menemukan tengkorak tertua, yakni Australopithecus anamens.
DEOXYRIBONUCLEIC acid (DNA) atau asam deoksiribonukleat parasit tertua di dunia ditemukan dalam feses (tinja) puma dari zaman es terakhir, yang mengering di pegunungan Argentina.
Ingatan yang kuat dan stabil dikodekan oleh tim neuron yang semuanya bekerja secara sinkron.
PARA peneliti dari Imperial College London mengatakan masalah kesehatan mental di kalangan remaja dapat disebabkan oleh cyberbullying.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved