Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR seluruh wilayah Indonesia memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim hujan akan terjadi pada Februari dan Maret 2020.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan curah hujan pada periode itu diprakirakan tinggi atau mencapai puncaknya terutama bagian Selatan Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Jawa, Kalimantan bagian Tengah, Sulawesi dan Papua.
Menurut Dwikorita, pada periode ini masyarakat dapat mengoptimalkan daerah resapan-resapan air terutama di lahan datar. Tujuannya agar saat musim kemarau datang, masyarakat tidak mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan bahwa prospek BMKG mengenai cuaca dan iklim pada 2020 diprediksi normal. Berbeda dengan tahun 2019, awal musim hujan di banyak wilayah terutama di Selatan garis khatulistiwa terlambat.
Hal itu, terangnya, bukan diakibatkan karena El Nino yang umumnya membuat musim kemarau menjadi panjang. Melainkan, adanya anomali yang terjadi di Samudera Hindia sehingga berdampak signifikan pada iklim di Indonesia.
Pada 2019, suhu muka air laut di Samudera Hindia lebih dingin dari kondisi normal, sehingga berpengaruh pada pembentukan awan hujan yang minim.
"Itu yang mengakibatkan musim kemarau pada 2019 yang lebih panjang dari kondisi normal," papar mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu.
Ia lebih lanjut memaparkan bahwa Iklim di Indonesia sangat tergantung pada kondisi suhu muka air laut di Samudera Pasifik dan Hindia.
Pada 2020, diprakirakan Samudera Pasifik bagian tengah akan berada pada kondisi netral sehingga kecil kemungkinan fenomena El Nino dan La Nina terjadi di Indonesia. El Nino mengakibatkan kemarau panjang, sedangkan La Nina berdampak pada tingginya curah hujan.
Begitu pula, untuk kondisi Samudera Hindia, menurut BMKG tidak terdapat indikasi akan muncul fenomena fluktuasi suhu muka air laut yang kuat. Hal itu membuat kondisi suhu muka air laut di perairan Indonesia diprakirakan normal dan bertahan hingga Juni 2020.
Prediksi BMKG, menurutnya, sesuai sejalan dengan prakiraan Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOOA) Amerika Serikat.
"Tidak ada indikasi musim kemarau akan maju atau mundur karena sesuai dengan kondisi normal. Kemarau diprediksi terjadi pada April atau Mei hingga Oktober 2020," terangnya.
Meski musim kemarau dan hujan diprediksi normal pada tahun depan, BMKG meminta beberapa wilayah yang mengalami dua periode musim kemarau yakni Riau dan Aceh.
Pada dua wilayah tersebut, periode pertama kemarau diprediksi terjadi pada Februari hingga Maret. Ia menegaskan agar potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena cuaca kering perlu diwaspadai.
"Terjadi karhutla perlu diwaspadai meskipun wilayah lainnya masih hujan deras. Musim kemarau tidak serentak di berbagai wilayah," tuturnya.
BMKG mencatat, sepanjang 2019 ada beberapa kejadian signifikan terkait cuaca dan iklim terjadi. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo menyampaikan kondisi cuaca ekstrem 2019 terjadi hampir di seluruh provinsi yang ada meskipun Jawa yang cukup mencolok.
Ia mencontohkan pada periode September dan Oktober 2019, suhu panas melebihi 40 derajat terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur.
BMKG juga mencatat ada sejumlah kejadian bencana terkait cuaca iklim pada 2019. Hingga Desember 2019 telah terjadi 243 kejadian banjir, 240 tanah longsor, 554 kejadian puting beliung akibat kondisi hidrometeorologi.
Selain itu, kemarau panjang yang terjadi tahun ini memicu 52 karhutla dan bencana asap. Untuk aktivitas seismik berdasarkan data BMKG ada 12 kejadian gempa bumi yang signifikan sepanjang 2019.
"Ini menjadi catatan untuk menguatkan mitigasi bencana," tukas Dwikorita. (Ind/OL-09)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Menurut BMKG, cuaca di Kepulauan Riau saat ini lebih dominan berawan tebal karena kecepatan angin yang cukup kencang di sekitar wilayah Kepri serta kelembapan udara yang relatif rendah
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 6,88 Lintang Selatan dan 107,79 Bujur Timur, atau sekitar 14 kilometer timur Kota Bandung
Monsun Asia hingga fenomena CENS diprediksi memicu hujan lebat disertai angin kencang yang berisiko menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Prakiraan cuaca Jakarta dan sekitarnya malam ini, Kamis 29 Januari 2026. Waspada hujan lebat disertai petir di Jakarta Selatan dan wilayah penyangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved