Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKEBUN memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Kesuburan tanah Indonesia menjadi alasan utama akan optimisme tersebut. Namun, kekuatan ini saja dirasa tidak cukup bagi Universitas Pasundan Bandung. Penerapan teknologi diperlukan untuk mengoptimalkan hasil pertanian tersebut.
Perguruan tinggi swasta itu pun menemukan traktor multiguna yang diharapkan mampu membantu petani dalam beraktivitas. Berbeda dengan biasanya, temuan yang diberi nama 'Tractorpack Portable Multifungsi' ini memiliki ukuran kecil sehingga memudahkan petani dalam menggunakannya.
Kepala Pusat Inovasi, Teknologi, dan Bisnis Unpas Bandung, Farid, mengatakan, awalnya temuannya ini hanya traktor biasa. Bedanya hanya bisa digendong karena memiliki ukuran yang kecil. Namun, seiring berjalannya waktu, eksperimennya bersama mahasiswa Fakultas Teknik Unpas ini berhasil mengembangkan fungsi traktor tersebut.
Selain untuk membajak sawah, kini alat itu pun bermanfaat juga sebagai pencacah, penyedot air, hingga menjadi sumber penghasil listrik. Farid memulai pembuatannya sejak 2016. Selama tiga tahun, dia bersama timnya dibantu pendanaan oleh BP3 Iptek.
"Sekitar tiga tahun, baru selesai," katanya saat ditemui pada peringatan Dies Natalis ke-59 Unpas, di Bandung, Jawa Barat, Senin (23/12).
Pada acara ini dipamerkan juga sejumlah hasil karya dosen dan mahasiswa dari Bandung tersebut. Selain untuk membajak sawah, menurut dia, mesin temuannya ini bisa untuk menyemprot hama dan penyedot air. Tak hanya itu, lanjut dia, traktor gendong ini pun bisa menjadi pencacah ranting untuk bahan pakan ternak.
"Bisa ranting pohon, atau rumput gajah. Sapi biasanya tidak suka rumput gajah yang belum dicacah," katanya.
Saat ini, pihaknya didorong Kementerian Riset dan Teknologi untuk mengembangkan traktor multifungsi itu.
"Sekarang sudah mulai komersial," katanya.
Baca juga: KLHK Paparkan Tiga Langkah Indonesia Hadapi Perubahan Iklim
Dengan harga Rp10,8 juta, traktor gendong itu sudah bisa dibawa konsumen. Untuk mendapat manfaat lainnya, pembeli cukup membeli alat lainnya yang diperlukan seperti selang, dan tempat pencacah.
"Semuanya hasil anak bangsa," kata dia seraya menyebut pihaknya menggandeng pelaku industri kecil menengah di Jawa Barat.
Dengan begitu, pihaknya mampu memproduksi 100 unit traktor dalam setiap bulannya. Namun, dia mengakui mesinnya masih impor. Kini, pihaknya tengah mengembangkan mesin penggerak listrik agar komponennya bisa 100% lokal.
Di tempat yang sama, Rektor Unpas Bandung, Eddy Jusuf, mengatakan, pihaknya berharap kampus tersebut memiliki daya saing internasional. Berbagai kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa terus didorong termasuk dari sisi pembiayaan.
Selain traktor portable, menurut dia Unpas pun sudah menemukan mesin pengupas ketela yang kini sudah diekspor.
"Terutama ke Fiji. Di sana penghasil ketela, sudah memesan mesin ini kepada kita," katanya.
Dia menyebut, selain mengekspor, negara di Oseania itu pun sudah mengirimkan 14 warganya untuk belajar penggunaan mesin tersebut.
"Ada 14 orang datang ke kami untuk transfer skill dan knowledge," katanya. (OL-1)
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Inovasi ini mampu menjaga kualitas gabah secara lebih cepat, efisien, dan stabil di berbagai kondisi cuaca.
Lego memperkenalkan Smart Bricks, bata pintar dengan sensor cahaya dan suara. Inovasi "Smart Play" ini menuai pujian sekaligus kritik dari para ahli.
Google kembali meluncurkan inovasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin mempermudah penggunaannya.
Melalui Innovation Kaleidoscope Indonesia 2025, perjalanan inovasi nasional dapat dibaca sebagai sebuah proses bertahap.
PELAYANAN keluarga berencana (KB) berkualitas dapat ditingkatkan dan dijangkau hingga pelosok melalui beragam inovasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved