Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menganggarkan dana sebesar Rp2,7 triliun untuk program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) pada 2019. Biaya tersebut dialokasikan untuk penanaman pohon di areal seluas 206 ribu hektare serta pengembangan kebun bibit dan persemaian di beberapa wilayah.
Jumlah luasan itu meningkat sepuluh kali lipat dari realisasi program RHL di tahun sebelumnya yang hanya mencapai 23 ribu ha.
Untuk memuluskan program tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mulai berkeliling Indonesia guna melakukan observasi ke persemaian-persemaian baik yang disiapkan pemerintah maupun milik masyarakat.
"Observasi penting dilakukan karena keberhasilan tumbuh kembang pohon dimulai dari pembibitan yang baik," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya melalui keterangan resmi, Senin (18/11).
Dari sisi ekonomi, kegiatan RHL akan memberi dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja. Pasalnya, untuk setiap ha yang akan disemai, setidaknya dibutuhkan 30 sampai 40 orang pekerja.
Baca juga: KLHK Alokasikan Rp3 Triliun untuk Rehabilitasi Hutan
Sehingga, diperkirakan program RHL yang mencapai 206 ribu ha akan menyerap sekitar 8,2 juta tenaga kerja.
“Dalam jangka pendek, peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terjadi karena adanya pelibatan dalam pembibitan dan penanaman," jelas Siti.
Adapun, dalam jangka panjang, masyarakat dapat menikmati hasil hutan bukan kayu dari tanaman RHL, seperti nangka, cengkeh bahkan macadamia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi sangat tinggi.
Adapun, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung (PDASHL) Hudoyo mengungkapkan program RHL sangat penting sebagai upaya pencegahan banjir dan kekeringan.
"Kita percaya kalau pohonnya bagus, airnya juga akan bagus. Lingkungan yang baik akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat," kata dia.
Keberadaan pohon dapat menahan kenaikan suhu bumi akibat perubahan iklim. Mengutip satu penelitian, Indonesia perlu menanam pohon di areal seluas 800 ribu ha per tahun agar memiliki iklim stabil dan sejuk.
Di Indonesia, rehabilitasi akan diarahkan pada daerah-daerah destinasi wisata super prioritas seperti Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupa serta di calon ibu kota negara di Kalimantan Timur.
Selain itu, rehabilitasi juga akan dilakukan pada 15 daerah aliran sungai prioritas, 15 danau prioritas, daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor serta daerah hulu dari 65 bendungan/waduk.
“Selain yang kita lakukan bersama masyarakat, pemerintah meminta pengusaha yang memakai kawasan hutan melalui Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk melakukan rehabilitasi kawasan dengan penanaman pohon,” tuturnya.(OL-5)
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Sektor periklanan menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja dan mencatat pertumbuhan pengeluaran iklan digital hingga 12% per tahun.
Menaker menegaskan percepatan produktivitas nasional membutuhkan keterlibatan aktif pemangku kepentingan pemerintah, industri, akademisi, profesi, dan generasi muda.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar Indonesia Productivity Summit 2025 pada 12 Desember 2025 di JIEXPO Convention Center and Theater.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha serta adopsi teknologi adalah strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran (HJE) pada tahun 2026 disambut positif
Wamenhut juga menegaskan perlu adanya strategi yang dikembangkan guna memperkuat pencapaian program RHL.
Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah juga berdampak pada terganggunya program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) serta pengamanan kawasan hutan di Kalimantan Selatan.
Dana RBP REDD+ GCF merupakan dana untuk pengurangan emisi gas rumah kaca melalui upaya perlindungan dan rehabilitasi hutan.
DUTA Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste Rut Krüger Giverin melakukan penanaman bersama dan berdialog dengan lima Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kalimantan Selatan.
Bibit pohon yang ditanam, yakni mahoni, durian, jati putih, jabon merah, jambu mente, rambutan, durian musang king, alpukat okulasi, pala, manggis, sukun, bitti, dan jengkol.
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, meresmikan persemaian skala besar di lima provinsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved