Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia untuk kembali ke masa 91 tahun lalu, 28 Oktober 1928. Saat itu, pemuda berkumpul, mendeklarasikan sesuatu yang luar biasa untuk membuat Indonesia merdeka.
"Pada setiap zaman, pemuda memiliki peran penting untuk membuat Indonesia lebih baik," ujar Rektor Universitas Tarumanagara, Agustinus Purna Irawan, usai upacara bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampus Untar, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
Menurutnya dengan segala fasilitas dan kemudahan pemuda era hari ini memiliki lebih banyak kesempatan untuk memajukan Indonesia. "Waktu pemuda jadi pemimpin yang hebat itu sudah dekat," seru guru besar Fakultas Teknik Untar itu
Namun untuk menjadi pemimpin yang hebat, menurut Agustinus, tidaklah mudah. Siapapun, terutama pemuda harus menghadapi tantangan radikalisme jenis baru, yakni sifat individualistis, pragmatis, dan materialistis.
"Tantangan individualistis, salah satunya karena semua orang mau hebat sendirian, di-follow sekian banyak masyarakat.Contoh baik itu Gojek, meski itu ide individualistik tapi ia bisa memberi dampak untuk komunitas yang lebih besar.Kesadaran untuk berbagi juga sama pentingnya," kata Agustinus.
Baca juga : Tingkatkan Literasi Medsos Pemuda untuk Jaga Persatuan
Jika sampai pemuda terpapar ketiga sifat itu, maka dapat membuat pemuda terkungkung dan itu sama bahayanya dengan terpapar radikalisme.
"Ibaratnya punya kemampuan komputer, tapi digunakan untuk nge-hackatau menyebarkan hoaks, itu akibatnya bisa memecah bela bangsa," papar penerima penghargaan Academic Leader 2019 ini.
Untuk itu, tantangan zaman yang dihadapi saat ini adalah masalah nilai-nilai kepancasilaan. Nilai ini juga yang menjadi tugas institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi.
Perguruan tinggi ditantang unuk menanamkan kesadaran adanya kebutuhan riil bahwa persatuan dan kesatuan dan inklusifitas sangat penting.
"Kalau di kami (Untar) nilai-nilai ini dikemas lewat berbagai macam pembelajaran. Jadi misalkan ada 50 mata kuliah, maka nilai-nilai itu perlu dimasukkan dalam pembelajaran selain tentu saja nilai entrepreneur yang menjadi kekhasan kampus kami," tutup Agustinus. (Medcom.id/OL-7)
Edufair hadir sebagai wadah silaturahim dengan alumni SMA Muhammadiyah 25 baik yang masih kuliah maupun yang sudah berkarier.
Dosen juga harus mampu merencanakan studi lanjut, termasuk persiapan studi doktoral melalui skema beasiswa BPI dan PDDI.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Beberapa bentuk kegiatan strategis itu mencakup seminar, workshop, dan kelas kolaboratif yang menampilkan praktisi industri dan akademisi kedua institusi.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved