Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
REKAYASA hujan buatan akan dilakukan di Kalimantan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raffles B. Panjaitan menuturkan hujan buatan akan dilakukan dalam waktu dekat menggunakan pesawat millik Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"TNI akan mengirimkan pesawatnya ke Kalimantan Tengah," ujar Raffles ketika dihubungi di Jakarta, pada Selasa (10/9).
Di Kalimantan, terang Raffles, menurut hasil analisisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada awan cukup untuk disemai menjadi hujan.
Hujan buatan akan dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan dukungan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Penebaran garam akan dilakukan," ucap Raffles.
Deputi Bidang Meteorolgi BMKG Mulyono R. Prabowo sebelumnya menyampaikan ada peningkatan potensi pembentukan awan hujan pada sejumlah wilayah di Indonesia karena massa udara basah di lapisan rendah yang terkonsentrasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi bag Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Selain hujan buatan, Raffles menjelaskan water bombing masih terus dilakukan di Jambi, Riau, Palembang, dan Kalimantan. Total ada 46 pesawat yang dikerahkan untuk waterbombing.
Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) selama 10 hari terakhir (27 Agustus – 5 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 3.649 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.
Hasil monitoring BMKG, terdapat juga jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN dengan trend naik. Terpantau mulai tanggal 27 Agustus 2019 sebanyak 95 titik naik menjadi 266 titik pada tanggal 30 Agustus 2019. Kemudian meningkat lagi menjadi 381 titik pada 1 September 2019 dan kembali naik menjadi 787 titik pada 4 September 2019.
Lokasi dari titik panas tersebut di antaranya berada di wilayah Indonesia (Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan), juga terdeteksi di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste.(OL-09)
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
BMKG merilis prakiraan cuaca 21 Februari 2026. Waspada potensi hujan lebat di Jawa Barat, Jateng, hingga Papua, serta hujan petir di Jakarta dan Surabaya.
BMKG memberikan peringatan dini agar tetap diwaspadai bencana hidrometeorologi menyampaikan prakiraan cuaca Jawa Tengah 21- 23 Februari 2026 mengenai potensi cuaca ekstrem
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta Sabtu 21 Februari 2026. Seluruh wilayah Jakarta diprediksi hujan ringan hingga petir pada malam hari.
Pada dasarian III Februari 2026, BMKG memprakirakan memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian dengan probabilitas 80 hingga lebih dari 90 persen
Peringatan dini dikeluarkan karena pasang laut bisa menyebabkan tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut, terlebih jika disertai dengan ombak
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem masih membayangi arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved