Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Universitas Paramadina Gandeng KPK Kuatkan Pemberantasan Korupsi

Syarief Oebaidillah
04/9/2019 21:45
Universitas Paramadina Gandeng KPK Kuatkan Pemberantasan Korupsi
Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah, Ph. D(MI/ANGGA YUNIAR)

UNIVERSITAS Paramadina berupaya memberikan sumbangsih pada Indonesia berupa pemikiran dan sistem terbaik guna memberantas korupsi yang dinilai masih menggurita. Di antaranya dengan menggelar International Conference on Anti-Corruption and Integrity (ICOACI).

Mengambil tema 'Strengthening Transparency and Accountability for the Better Public-Private Governance', diskusi ini bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Research Synergy Foundation (RSF), dan Ford Foundation. Konferensi yang diselengarakan di Jakarta, Selasa (3/9), juga merupakan bagian dari program besar Universitas Paramadina dalam mengembangkan tugas Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berintegritas.

Rektor Universitas Paramadina, Profesor Firmanzah PhD, mengutarakan, melalui konferensi seluruh elemen yang ikut serta dapa membagikan temuan penelitian, pengalaman, serta pemikiran sebagai bentuk upaya memerangi korupsi menjadi lebih efektif dan efisien. Dia optimistis dengan partisipasi aktif dari berbagai perspektif dan sudut pandang, keinginan memberantas aksi korupsi dapat semakin masif.

"Menjadi sangat penting dalam mencari langkah-langkah efektif dan praktis melawan korupsi melalui praktik transparansi dan akuntabilitas," kata Firmanzah melalui keterangan resmi yang diterima, Rabu (4/9).

Melalui konferensi internasional diharapkan menghasilkan luaran prosiding yang akan diterbitkan Penerbit Scitepress dari Portugal sebagai jembatan penyebarluasan artikel ke seluruh dunia untuk diajukan kepada lembaga pengindex bereputasi yaitu Scopus.


Baca juga: Medical Education 4.0 Peluang bagi Periset dan Pendidik


Firmanzah menegaskan, salah satu tujuan dari konferensi ini memperkaya budaya penelitian di lingkungan Universitas Paramadina sekaligus mengikuti perkembangan terbaru dalam penelitian. Acara akademik ini juga diharapkan menjadi sarana untuk memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan para peneliti lain dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai belahan dunia.

Dalam 10 tahun terakhir, Universitas Paramadina telah memberikan mata kuliah pendidikan anti korupsi sebagai mata kuliah wajib di universitas. Pada 2019, Universitas Paramadina bekerja sama dengan Ford Foundation untuk program aktuntabilitas di sektor sumber daya alam.

Sementara itu, pendiri Research Synergy Foundation, Dr Hendrati Dwi Mulyaningsih, mengatakan, pertemuan diharapkan pula meningkatkan publikasi international bagi para peneliti Indonesia, juga Kampus Paramadina khususnya. Menurutnya, sebuah riset karya anak bangsa merupakan hal penting dan harus dipublikasikan kepada khalayak, baik di lingkup nasional maupun internasional.

"Kita harus membuat sebuah ekosistem riset yang baik bagi para peneliti di Indonesia dan global," ujarnya.

ICOACI merupakan konferensi internasional yang dipartisipasi peneliti yang berasal dari Indonesia, Australia, India, Jepang, Afganistan, dan Filipina. Konferensi juga mengundang pembicara ternama dan kompeten yang berasal dari universitas ternama hingga KPK. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya