Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mengintensifkan penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam dua pekan terakhir selama 3 Agustus-15 Agustus, melakukan penyegelan di 19 lokasi kebakaran yang sebagian besar merupakan area konsesi perkebunan dan hutan tanaman industri.
"Penegakan hukum kami prioritaskan terdepan dan kami dorong untuk menempuh jalur pidana dam perdata," kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani, Minggu (18/8).
Baca juga: KLHK Ungkap Perdagangan Gading Gajah di Jambi
Belasan lahan yang disegel tersebar di empat provinsi yakni di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Luas total lahan terbakar yang disegel 2.209 hektare. Dari 19 lahan yang disegel, 18 lahan merupakan area konsesi perusahaan. Rinciannya perusahaan yang lahannya disegel yakni PT DI, PT SSS, PT IF, PT MAS, PT RA, PT GSM, PT SRL, PT HBL, PT PLD, PT SUM, PT MAS, PT DAS, PT GKM, PT TNS, PT SPAS, PT SP PT UKIJ, dan PT MSL.
"Satu lokasi penyegelan lainnya berada di areal penggunaan lain dan kami telah menangkap satu orang pelaku Selain itu, kami mengirim surat peringatan ke 110 perusahaan yang lahan konsesinya terindikasi terjadi kebakaran. Kegiatan penyegelan dan pengiriman surat peringatan merupakan bagian dari proses penegakan. Bisa saja yang disegel nanti akan bertambah," ucap Rasio.
Upaya tersebut, menurutnya, menjadi keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla. Rasio mengatakan pihaknya akan mendorong penerapan hukum multidoor pada kasus-kasus itu. Penyelidikan dilakukan bersama dengan penyidik PNS dan penyidik kepolisian.
Ia mengatakan ada tiga peraturan perundangan yang diterapkan yaitu UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, dan UU No. 18/2004 tentang Perkebunan.
Rasio menjelaskan, penerapan multiinstrumen meliputi aspek pidana, perdata, dan administratif. Pelanggaran secara pidana terancam sanksi berupa penjara, denda, dan perampasan kuntungan.
Adapun secara perdata, pelaku dapat dikenakan sanksi ganti rugi dan pemulihan areal yang terbakar. Dari aspek administratif, penegak hukum dapat menerapkan sanksi berupa paksaan pemerintah, pembekuan, atau bahkan pencabutan izin. (OL-8)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved