Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EDUKASI gizi sehat yang dilakukan bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan PW Aisyiyah Banten di Lebak, Banten, menemukan fakta miris tentang kuatnya persepsi masyarakat yang masih menilai susu kental manis (SKM) sebagai susu.
Karena itu, sosialisasi intensif tentang kandungan gula berlebihan pada SKM perlu digalakkan. Jika tidak ada sosialisasi tentang SKM, banyak ibu-ibu yang tetap memberi SKM kepada bayi dan balita mereka.
"Selama ini kami tahuunya kalau susu kental manis (SKM) itu ya susu. Jadi kalau ditanya mengapa beli SKM karena menurut kami SKM memang produk susu," kata seorang warga Baduy pada acara sosialisasi Gerakan Aisyiyah Sehat (Grass) dan Edukasi Gizi Kerja Sama YAICI dan Majelis Kesehatan PWA Banten di Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, (13/8).
Pernyataan ibu Baduy tersebut ternyata dilakukan sebagian besar ibu yang hadir pada acara sosialisasi tersebut.
"Ya pak, selama ini kami tahunya SKM ya produk susu. Kan namanya juga susu kental manis," kata seorang ibu lainnya yang datang bersama balitanya.
Terkait persepsi ibu-ibu soal SKM tersebut, Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mengatakan, "Wajar mengapa bapak dan ibu berpendapat demikian. Karena memang selama seratus tahun masyarakat dicecoki iklan di televisi yang menyatakan SKM adalah susu," ujarnya.
Di sisi lain, YAICI mengungkapkan hasil peneltian soal SKM di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian mengungkapkan bahwa 97% dari anggota menilai SKM adalah susu. Sementara itu, penelitian di kota Batam, sebanyak 78% dari masyarakat percaya bahwa SKM adalah susu.
Arif menambahkan, akibat kepercayaan yang tinggi bahwa SKM produk susu, menyebabkan intensitas pemberian SKM di Kota Kendari sangat besar.
Para orang tua yang memberikan SKM setiap hari kepada anak mencapai 55%. Sebanyak 31% memberikan SKM dua hari sekali. Sebanyak 12% orang tua yang memberikan SKM per pekan sekali kepada anak mereka.
Dengan kondisi tersebut, YAICI berusaha meluruskan persepsi yang salah di masyarakat terkait SKM. Pengubahan persepsi tentang SKM dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa SKM bukanlah susu.
Dalam kegiatan sosialisasi tentang SKM bukan susu, YAICI juga menggandeng PP Aisyiyah di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.
"Ini adalah kelanjutan dari kerja sama Yaici dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Banten. D imana sosialisasi kali ini digerakkan oleh kader PWA Banten," kata Arif.
Sementara itu, ketua Majelis Kesehatan PWA Banten, Maryama Husni, menyatakan bahwa sosialisasi Gerakan Aisyiyah Sehat (Grass) di Desa Bojongmenteng dan Sangkanwang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. (OL-09)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved