Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
FREKUENSI berhubungan seks dengan pasangan harus dipertahankan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan dalam keluarga.
Seksolog Indonesia, dr. Boyke Dian Nugraha, mengatakan, hubungan seks normalnya dilakukan pasangan suami-istri dalam tempo dua hingga tiga kali seminggu. Namun ini mengikuti kebutuhan dan riwayat produktivitas pasangan.
"Tergantung daripada usia, kalau mau normalnya seminggu dua kali, tiga kali," kata Boyke, di Golden Boutique Hotel, Melawai.
Baca juga: Seksolog: Disfungsi Seksual Pemicu Ketidakpuasan Bisa Diatasi
Selain itu, dr. Boyke menganjurkan pasangan melakukan empat fase setiap kali melakukan sesi bercinta. Tujuannya agar pasangan suami-istri sama-sama mendapatkan hubungan seks yang sehat dan kepuasan.
"Berhubungan seks bukan tentang penetrasi. Tapi ada empat fase pertama, foreplay (rangsangan), penetrasi, orgasme dan peredaan setelah berhubungan seks," ujar dr. Boyke.
Menurut dr. Boyke, pada fase rangsangan atau yang dikenal dengan foreplay ini, sebaiknya dilakukan dengan durasi minimal 5 hingga 10 menit. Hal ini ditandai dengan terjadinya reaksi fisik berupa ereksi pada penis dan perlendiran vagina.
Ketika pasangan sudah menerima rangsangan seksual dan mengalami reaksi fisik, kata dr. Boyke, barulah fase penetrasi bisa dilakukan. Dia bilang, durasi penetrasi normal dilakukan selama 5 sampai 12 menit.
"Kalau kurang dari 3 menit, atau kurang dari 20 tusukan, itu kita katakan (pria) ejakulasi dini. Tapi kalau 3-5 menit, itu normal, karena 60 persen wanita sudah orgasme dalam 5 menit," beber dia.
Baca juga: Wah, 8 Faktor Ini Bisa Buat Menopause Datang Lebih Cepat!
Fase penetrasi, menurut dr. Boyke, paling ideal terjadi ketika pasangan sama-sama mengalami orgasme yang merupakan fase ketiga. Pada titik ini, dia menekankan, para pria dapat memperlama ritme penetrasi.
"Pokoknya buat pria itu (penis) harus keras dan tahan lama. Kalau dia bisa sampai menaikkannya durasi penetrasi sampe 9 menit, maka 70 persen wanita sudah orgasme. Naik lagi sampai 12 menit, 90 persen sudah orgasme. jadi durasi itu menentukan," jelasnya.
Meski demikian, dr Boyke bilang, orgasme bukan merupakan akhir dari sesi bercinta. Agar mendapatkan kualitas hubungan seksual yang baik, kedua pasangan harus melakukan fase akhir, yaitu sesi peredaan.
"Peredaan setelah orgasme itu penting sekali. Semua pembuluh darah melebar, mengalami relaksasi, sehingga kulit jadi lebih sensitif hingga 20 persen. Untuk itu, setelah orgasme, lakukan ciuman dan pelukan terhadap pasangan. Setelahnya membersihkan diri," tandasnya. (Medcom/OL-11)
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Penelitian terbaru mengungkap tantangan atlet putri usia 40-60 tahun saat menopause. Gejala fisik dan mental tetap muncul meski aktif berolahraga.
Kerontokan rambut yang dipicu oleh menopause merupakan salah satu kondisi yang paling menantang secara emosional bagi perempuan
Penelitian terhadap 4.514 perempuan menunjukkan pola makan tinggi antioksidan dapat menunda menopause hingga satu tahun dan menurunkan risiko menopause dini.
Kenaikan berat badan sekitar 50% secara umum menjadi salah satu dampak pada wanita perimenopause.
Penurunan estrogen akibat menopause turut berpotensi menyebabkan osteoporosis, membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah.
Pelajari perbedaan fat loss dan weight loss saat menopause serta strategi gaya hidup sehat yang tepat untuk menjaga tubuh tetap bugar dan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved