Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Kementerian LHK Siap Atasi Kebakaran Hutan Sesuai Arahan Presiden

Mediaindonesia.com
07/8/2019 11:58
Kementerian LHK Siap Atasi Kebakaran Hutan Sesuai Arahan Presiden
Presiden RI Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat menghadiri Rakor Pengendalian Karhutla.(Istimewa/KLHK)

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberi arahan yang jelas dan tegas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Jakarta, Selasa (6/8).

“Presiden, mengingatkan bahwa kita sudah pernah melalui masa suram bencana karhutla tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai terulang lagi,”ujar Menteri Siti Nurbaya, di Jakarta, Rabu (8/8)

Kendari  banyak tantangan, Siti Nurbaya menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berhasil mengatasi karhutla bersama-sama pada 2016, 2017, dan 2018. Kesuksesan tersebut dengan terus berkurangnya titik api atau hotspot jika dibandingan dengan 2015.

Kini tahun kasus karhutla kembali muncul di kawasan hutan yang tersebar di beberapa provinsi. Menteri LHK tidak henti  mengajak semua pihak untuk bahu-membahu mengatasi karhutla. “Ayo...kita selesaikan bersama!,” ajak Siti Nurbaya.

Lebih  lanjut, Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, pengendalian karhutla tidak hanya menjadi tanggungj awab satu instansi saja, tapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

"Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia swasta, ataupun masyarakat. Semua harus mengambil peran aktif mengatasi kejadian serupa terus berulang, karena dampaknya sangat merugikan rakyat banyak," ujar Siti Nurbaya.

Sebelumnya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di Jakarta, Selasa (6/8)., Presiden Joko Widodo memberikan arahan tegas terkait pencegahan dan pengendalian karhutla dan meminta mengambil tindakan sebelum api membesar.

“Saya minta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Panglima Kodam (Pangdam), Komandan Resort Militer (Danrem), Komandan Kodim (Dandim) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) untuk bekerja membantu Gubernur, Bupati/Walikota, berkolaborasi, bekerja sama dibantu Pemerintah Pusat. Kepada Panglima TNI, Kapolri, BNPB, BPBD, usahakan jangan sampai kejadian kita baru gerak. Api sekecil apa pun segera padamkan,” papar Presiden Jokowi.

Mengenai penanganan karhutla,  Siti Nurbaya menjelaskan Kementerian LHK melalui tim penanggulangan kebakaran hutan  Manggala Agni terus bekerja keras di lapangan bersama satgas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BNPB, Pemda, dunia swasta, serta dibantu masyarakat.

Kementerian KLH juga pasti akan melakukan penegakan hukum lingkungan bilamana ditemukan ada pihak-pihak pemegang izin yang lalai menjaga kawasan.

“Ingat selalu pesan penting Bapak Presiden: Cegah api membesar, padamkan selagi kecil. Jaga gambut kita. Jaga lahan dan hutan kita. Jaga lingkungan sekitar kita. Jaga Indonesia kita dari bencana Karhutla,”ujar Siti Nurbaya.

 Presiden Jokowi menyatakan terjadi kenaikan  titik panas hingga 69% pada periode Janurai-Juli  2019  jika dibandingkan dengan 2018.  

“Saya sendiri aktif berkomunikasi terus dengan daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus memberi informasi berdasarkan cuaca dan proyeksi cuaca," jelas Siti Nurbaya. (OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya