Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Dari 28 Ribu Dosen Hanya 5 Ribu Guru Besar

Usman Kansong
30/7/2019 12:41
Dari 28 Ribu Dosen Hanya 5 Ribu Guru Besar
Pengukuhan dua guru besar Universitas Doktor Moestopo (Beragama) di Jakarta, Selasa (30/7).(MI/Usman Kansong )

JUMLAH guru besar atau profesor di Indonesia terbilang masih sedikit tidak sebanding dengan jumlah dosen

"Dari 28 ribu lebih dosen, baru sekitar 5 ribu yang menjabat guru besar atau profesor," kata Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti saat memberi sambutan pada pengukuhan dua guru besar Universitas Doktor Moestopo (Beragama) di Jakarta, Selasa (30/7).

Dua guru besar yang dikukuhkan ialah Prof. Dr. Budiharjo, MSi dalam bidang perencanaan pendidikan dan Prof. Dr. Effendi Gazali, MSi., MPS.ID, Ph.D. dalam bidang Ilmu Komunikasi. Ali Ghufron melanjutkan bahwa banyak masyarakat yang keliru tentang profesor.

"Banyak yang mengira profesor gelar akademik. Padahal, profesor adalah jabatan akademik tertinggi," terang Ali Ghufron.

Ali Ghufron juga menyinggung soal profesor honoris causa yang dijabat sejumlah pejabat atau tokoh masyarakat yang kini sedang menjadi perbincangan di dunia kampus.

"Dalam Undang Undang Dikti disebutkan Menteri berhak memberi posisi guru besar tidak tetapi kepada mereka yang punya kompetensi atau kinerja tinggi di bidangnya. Salah satu syarat diajukan oleh universitas," papar Ali Ghufron.

baca juga: Beras BPNT Dinilai Lebih Bagus Dibandingkan Bulog

Menurut Ghufron jumlah profesor honoris causa masih sangat sedikit.

"Dari 280 juta rakyat Indonesia, hanya belasan profesor honoris causa," kata Ali Ghufron.

Ali Ghufron menutup sambutannya dengan berpesan agar kedua guru besar baru yang dikukuhkan untuk tidak berhenti menulis karya ilmiah. (OL-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya