Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Memberdayakan Ekonomi Masyarakat

MI
23/7/2019 08:30
Memberdayakan Ekonomi Masyarakat
Menteri KLHK Siti Nurbaya sedang menyaksikan pekerja memilah limbah plastik(Dok. KLHK)

BERDIRI pada Oktober 2011 dan diresmikan Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya di Kantor Makam Nasrani Sukun, Bank Sampah Malang (BSM) berkontribusi besar dalam pengelolaah sampah di ‘Kota Apel’.

Latar belakang BSM berdiri ialah perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan, lahan terbatas sehingga perlu adanya pengurangan sampah, dan kondisi tempat pembuangan sampah (TPA) yang kritis atau habis lahannya.

BSM pun hadir salah satunya untuk mengubah mindset masyarakat tentang sampah yang mereka ‘produksi’ saban hari, yaitu mengelola sampah yang tidak berharga menjadi bernilai ekonomis.

BSM ialah wadah berbadan hukum koperasi yang didirikan atas fasilitasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang dan CSR PT PLN (Persero).Fungsi yang diemban, yaitu membina, melatih dan mendidik, mendampingi, serta menerima dan membeli hasil kegiatan pengolahan sampah masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui permberdayaan masyarakat dengan program 3R (reduce, reuse, recycle).

Melalui program tersebut serta pendekatan ekonomi dan manfaat, masyarakat yang menjadi nasabah bisa mengakses berbagai produk BSM dari pinjaman, pembelian sembako, pembayaran listrik, bia­ya sekolah, hingga asuransi kesehatan dengan hanya bermodalkan sampah yang telah mereka pilah.

Terdapat 70 jenis sampah yang dibeli BSM dari nasabah.Sampah-sampah yang masuk kemudian di­pilah lagi di bank sampah tersebut menjadi 100 jenis sampah sesuai permintaan pasar.

Jenis-jenis tabungan yang dikelola BSM, yaitu tabungan reguler yang dapat diambil sewaktu-waktu, tabungan pendidikan yang bisa diambil pada saat tahun ajaran baru atau bila ada kebutuhan untuk pembiayaan sekolah anak, dan tabungan lebaran untuk kebutuhan Hari Raya.

Lainnya, tabungan sembako, yai­tu masyarakat tidak mengambil uang melainkan sembako sesuai permintaan nasabah, tabungan kepedulian sosial untuk memberikan bantuan beasiswa, yatim piatu, pembangunan masjid, dan lain-lain.

Ada juga tabungan lingkungan untuk pembiayaan pengelolaan lingkungan kelompok binaan dan tabungan asuransi kesehatan.

Saat ini BSM telah memiliki total 30 ribu nasabah yang terdiri atas masyarakat, sekolah, instansi, lapak, pemulung, dan individu. Jumlah sampah yang diterima kurang lebih 5 ton per hari dengan perputaran uang sekitar Rp10 juta per hari.

BSM telah memiliki sarana dan prasarana yang representatif dalam mendukung operasional, seperti bangunan kantor administrasi, gudang penampungan, timbangan duduk, alat pengangkut sampah, buku tabungan, nota transaksi, sistem informasi manajemen bank sampah, hingga tempat produksi apabila ada proses pencacahan.

Dalam kegiatannya, BSM telah menjalin kemitraan dengan pemerintah pusat dan daerah, kelurahan dan organisasi sosial kemasyarakatan, swasta, sekolah atau perguruan tinggi, dan pelaku bisnis sampah (pasar).

BSM telah mendapatkan sederet penghargaan dari kategori percontohan nasional, inovasi pengolah­an sampah, terobosan manajemen bank sampah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga mewakili Indonesia dalam studi pengolahan sampah di Jepang. (Hym/S1-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya