Selasa 11 Juni 2019, 14:40 WIB

Ubud Bali Menuju Destinasi Gastronomi Dunia

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Ubud Bali Menuju Destinasi Gastronomi Dunia

Dok. Kemenpar
Kementerian Pariwisata melakukan konferensi pers tentang rencana penetapan Ubud sebagai destinasi gastronomi

 

WILAYAH Ubud di Kabupaten Gianyar, Bali, bakal segera menuju sebagai destinasi gastronomi berstandar global oleh UN World Tourism Organization (UNWTO). Tim UNWTO telah tiba di Indonesia untuk melakukan serangkaian penilaian lapangan di Ubud.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers di Gedung Kemenpar, Jakarta, Selasa (11/6), mengatakan jika Ubud ditetapkan sebagai destinasi gastronomi dunia, hal itu akan menjadi yang pertama di dunia.

"Di tempat lain, penetapan oleh UNWTO hanya parsial seperti restoran atau bidang kuliner tertentu saja. Untuk Ubud, kami bersama Pemkab Gianyar mengajukan daerah Ubud sebagai destinasi gastronomi secara holistik dan ini akan menjadi yang pertama di dunia," ucap Arief.

Menurutnya, pengakuan internasional tersebut dibutuhkan agar pariwisata Indonesia kian meningkat dari segi kredibilitas, kepercayaan, dan kalibrasi. Program destinasi gastronomi berstandar UNWTO ini, ia sebut akan menjadi salah satu pencapaian pariwisata Indonesia di level dunia.

Baca juga: Janjikan Beasiswa Gastronomi

Arief mengatakan dampak lain dari pengajuan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia itu ialah pemerataan ekonomi pariwisata hingga ke daerah perdesaan.

Menurutnya, pamor pariwisata kuliner selama ini masih rendah di kalangan wisatawan mancanegara dan hanya tinggi pada wisatawan nusantara. Dengan adanya pengakuan UNWTO, pamor wisata kuliner diharapkan kian tinggi di kalangan wisman.

"Pengeluaran wisatawan umumnya 40% ada pada kuliner. Karena itu dalam peta industri pariwisata gastronomi atau kuliner memiliki potensi besar," imbuh Arief.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau menambahkan wisata gastronomi memiliki potensi besar untuk memeratakan pendapatan pariwisata dari hulu ke hilir.

Pasalnya, wisata gastronomi tidak hanya meliputi produk makanan atau kuliner tapi juga termasuk tempat penghasil bahan makanan, festival makanan, hingga budaya atau sejarah di balik suatu makanan.

Untuk Ubud, lanjut Vita, salah satu kuliner gastronomi yang diunggulkan ialah bumbu base genep yang diusulkan masyarakat lokal karena dinilai mewakili kuliner Bali.

"Wisata gastronomi bisa memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan. Wisatawan juga bisa belajar budaya dan cerita panjang di balik suatu makanan," ucapnya.

Menurut Project Specialist UNWTO Aditya Amaranggana proses penilaian lapangan di Ubud akan dilakukan selama 8 hari. Penilaian dilakukan kepada semua stakeholders gastronomi mulai dari penyedia bahan kuliner, hotel, restoran, chef, inisiator festival makanan, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal serta asing. Jika seluruh penilaian memenuhi standar UNWTO, penetapan bisa dilakukan tahun depan.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Kemdikbud.go.id

Perhatian Pemerintah untuk Tunjangan Guru dalam RUU Sisdiknas Dinilai Tepat

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 September 2022, 12:43 WIB
"Malah kiranya aturan tunjangan kesejahteraan guru adalah paling cocok dengan situasi sekarang ini yang akan dilakukan dengan...
Ist

Eski Ingin Jadikan Indonesia Jadi Negara Mainstream Industri Fesyen

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 12:43 WIB
Menurut Eski season kali ini begitu spesial dengan come back-nya fashion designer dan brand Indonesia ke panggung resmi dari event...
Freepik

Demensia Juga Bisa Dialami Kaum Muda Lho, Ini Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 September 2022, 11:45 WIB
"Beberapa gaya hidup yang dapat memicu lahirnya demensia alzheimer lebih dini antara lain kurang olahraga, kebiasaan minum alkohol,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya