Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Tangani Kelompok Islam Eksklusif di Kampus

Mediaindonesia
04/6/2019 06:00
 Tangani Kelompok Islam Eksklusif di Kampus
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI), Asep Saefuddin,( Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.)

PERGURUAN tinggi harus segera menangani kelompok-kelompok Islam eksklusif yang berkembang di lingkungan kampus secara bijak, yakni melalui dialog.

"Mahasiswa harus memahami dan menghormati keberagaman. Menjalani ajaran agama yang dianut juga harus menghormati koridor bernegara," kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia, Asep Saefuddin, kemarin.

Ia menyatakan hal itu terkait dengan hasil riset Setara Institute yang dipublikasikan baru-baru ini. Hasil riset bertajuk Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa di 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) itu menunjukkan ada 10 PTN yang menjadi tempat tumbuhnya kelompok Islam eksklusif transnasional yang berpotensi berkembang ke arah radikalisme.

Kesepuluh kampus tersebut ialah Institut Pertanian Bogor, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Mataram.

Asep meyakini hasil riset tersebut bukan cerminan utuh yang menggambarkan kondisi mayoritas di 10 PTN tersebut. Namun, ia mengakui kecenderungan adanya kelompok eksklusif memang bisa terjadi di perguruan tinggi. Salah satu penyebabnya ialah polarisasi pandangan yang mengesankan seolah-olah ada pihak yang memusuhi Islam.

"Tentu pembinaan, pembukaan wawasan, dan keterbukaan perlu dibangun, termasuk dialog terbuka dengan ulama yang paham tentang Islam moderat," imbuhnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, mengatakan pihaknya akan mengkaji hasil penelitian tersebut, mengecek ulang, serta mendiskusikannya dengan pimpinan perguruan tinggi terkait. "Kampus sepatutnya mengembangkan nilai-nilai toleransi dan kehidupan yang inklusif," ujarnya. (Dhk/H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya