Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan peluncuran satelit langsung dari wilayah Indonesia pada 2040.
"Gambarannya kami ingin dalam 25 tahun ke depan, pada 2040 kita sudah bisa membuat satelit sendiri, saat ini sudah tapi masih ukuran kecil, kemudian nanti bisa meluncurkan satelit tersebut dengan menggunakan wahana antariksa sendiri," kata Kelapa Lapan Thomas Djmaluddin kepada
wartawan di sela-sela Sarasehan 50 Tahun Planetarium dan Observatorium Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (27/4).
Thomas mengatakan peluncuran satelit dari bumi Indonesia merupakan salah satu visi keantariksaan Indonesia yang pada 25 tahun ke depan ingin menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan antariksa bisa memajukan Indonesia.
Dia menegaskan Lapan sudah bisa menciptakan tiga satelit dengan bobot sekitar 120 kilogram, yakni Lapan A1, Lapan A2 dan Lapan A3. Pada peluncuran satelit saat ini masih menggunakan wahana asing dari India.
Baca juga : Meneliti Danau dan Laut di Titan Lebih Dekat
"Kami ingin juga mempunyai tempat peluncuran roket dan satelit di bumi Indonesia sendiri dan itu di Biak dan itu menjadi posisi yang sangat strategis di ekuator jadi itu mimpi keantariksaan Indonesia," ujarnya.
Saat ini, Lapan sedang menyiapkan satelit yang keempat dan kelima, yakni Lapan A4 dan Lapan A5. Setelah pembuatan Lapan A4 dan Lapan A5, pihak Lapan akan berlanjut memasuki pembuatan satelit operasional, yaitu satelit komunikasi orbit rendah dengan konstelasi sekitar sembilan satelit, dengan bobot bisa mencapai 150 kilogram.
"Lapan sudah mampu (membuat satelit) dan itu nanti bekerja sama dengan industri sehingga kita nanti memulai pengembangan industri keantariksaan dengan memproduksi satelit-satelit yang kita butuhkan," tuturnya.
Lapan juga berencana untuk membangun stasiun bumi penjejak satelit baru di Biak, Papua. (Ant/OL-8)
PEMERINTAH mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra dengan menyiapkan langkah-langkah berbasis sains dan teknologi guna membangun ketahanan pascabencana.
Ada tiga fase yang terjadi pada tubuh saat kita sedang jatuh cinta.
Sains menunjukkan betapa luar biasa dan kompleksnya alam semesta. Semuanya menjadi bukti bahwa rasa ingin tahu dan imajinasi manusia tidak pernah berhenti berkembang.
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pentingnya dukungan terhadap potensi siswa madrasah. Kemenag akan mendorong pembentukan Direktorat Pendidikan Vokasional Madrasah
Kemdiktisaintek menggelar pelatihan untuk memperkuat literasi sains dan teknologi di masyarakat.
Penelitian mengungkap koloni tikus mondok tanpa bulu memiliki sistem sosial kompleks dengan peran khusus seperti pengumpul sampah dan pembersih toilet.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved