Jumat 26 April 2019, 19:45 WIB

Rektor President University Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Rektor President University Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Ist
Prof Dr Jony Oktavian Haryanto, yang juga Rektor President University, telah resmi dikukuhkan sebagai guru besar pertama

 

PRESIDENT University sebagai salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) unggulan yang berlokasi  di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, kini boleh berbangga dan menjadi lebih prestisius. Pasalnya,  Prof Dr Jony Oktavian Haryanto, yang juga Rektor President University, telah resmi dikukuhkan sebagai guru besar pertama kampus tersebut.

Melalui sidang senat terbuka yang dihelat Jumat (26/4) di Auditorium Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ketua Dewan Guru Besar Presiden University, Prof Dr Ermaya Suradinata, mengukuhkan Jony Oktavian Haryanto  sebagai guru besar dengan orasi ilmiah berjudul 'Peluang dan Etika Penelitian tentang Anak sebagai Pasar Potensial: Pasar yang tidak Disadari'.

Ketua Yayasan Pendidikan Presiden University, Budi Susilo Soepandji, dalam sambutannya, mengaku bersyukur kampusnya kini memiliki guru besar pertama yang lahir dari rahim sendiri.

"Kita bersyukur dan berbahagia karena kini memiliki guru besar pertama yang lahir dari rahim sendiri dan asli dari produk President University,” kata Budi Susilo.

Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia, Prof Dr Rhenald Khasali, turut mengapresiasi perjuangan Jony sehingga mampu membuktikan diri menjadi guru besar pertama di kampusnya.

 

Baca juga: ITB Anugerahi Gelar DR HC untuk Nurhayati Subakat

 

"Saya kenal baik Jony dan keluarganya, ia seorang yang berkemauan keras dan pekerja keras serta berdedikasi tinggi pada profesinya. Saya harap dengan menjadi guru besar memberi jendela baru serta membuka masa depan baru bagi kampus ini,” cetusnya.

Dia berpesan agar Jony tetap menjadi guru besar yang aktif dan produktif karena banyak orang ketika menjadi guru besar terlena dengan kehormatan guru besar yang disandangnya hingga tersendat dalam berkarya.

Bagi Jony, dengan gelar guru besar yang disandangnya kini ia bertekad tetap aktif dan produktif dalam berkarya dan menulis publikasi ilmiah dan jurnal ilmiah. Bahkan, ia memberikan insentif bagi dosen yang aktif dan produktif dalam publikasi ilmiah.

Terkait orasi ilmiah yang disampaikanya, Jony menjelaskan bahwa kehadiran anak-anak sebagai pasar potensial seringkali terlupakan para pemasar. Padahal, pasar anak mencakup tiga pasar sekaligus yakni pasar primer, pasar pemberi pengaruh, dan pasar masa depan.

Dikatakan, kendati pasar anak sangat besar dan potensial, anak-anak tetaplah anak-anak. Mereka masih memiliki keterbatasan dalam memilih dan mengelola informasi yang diterima. Sebab itu, penting bagi pemasar untuk memperhatikan aspek etika dalam melakukan kegiatan pemasaran pada anak. Jony menyebutnya dengan konsep virtue ethic sebagai pendekatan alternatif baru bagi kegiatan pemasaran pada anak. (RO/OL-9)

Baca Juga

Ist

Rektor UMB: Dua Reaksi Ini Diperlukan untuk Mengurangi Kerusakan Serangan Siber

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Juni 2023, 08:20 WIB
Adanya peningkatan jaringan internet juga menyebabkan meningkatnya aktivitas kejahatan dunia maya dan konsekuensi yang terkait...
DOK Humas Kemenko PMK

Muhadjir Effendy Diharapkan Jadi Jembatan Perbaikan Budaya Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Juni 2023, 08:00 WIB
Sudah saatnya muncul sosok yang bisa mewakili suara budayawan dalam menggapai eksistensi peningkatan budaya...
Freepik

Anak Batuk? Cukupi Kebutuhan Airnya

👤Thalatie K Yani 🕔Sabtu 10 Juni 2023, 07:05 WIB
Menjaga konsumsi air anak saat batuk dan pilek, ternyata mampu mengurangi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya