Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMPURAN Alabasta merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Sebagai lawan pertama yang berstatus Shichibukai, Crocodile memberikan pelajaran berharga bagi Luffy tentang batasan kekuatan fisik melawan pengguna buah iblis tipe Logia.
Konflik di Alabasta bukan sekadar pertarungan antar bajak laut, melainkan sebuah konspirasi politik yang dirancang secara sistematis oleh Sir Crocodile melalui organisasi Baroque Works. Tujuannya adalah merebut takhta dari Raja Nefertari Cobra dan menemukan lokasi Poneglyph yang memuat informasi tentang Senjata Kuno Pluton.
Luffy dan kawan-kawan terlibat setelah bertemu dengan Putri Nefertari Vivi. Pertempuran ini pecah di ibu kota Alubarna, di mana jutaan tentara pemberontak dan tentara kerajaan bertempur di bawah manipulasi Crocodile.
Berikut adalah tabel ringkasan faksi-faksi utama yang bertarung di Alabasta:
| Faksi | Karakter Kunci |
|---|---|
| Bajak Laut Topi Jerami | Luffy, Zoro, Sanji, Nami, Usopp, Chopper |
| Baroque Works | Sir Crocodile, Nico Robin, Mr. 1, Miss Doublefinger, Mr. 2 |
| Kerajaan Alabasta | Putri Vivi, Raja Cobra, Pell, Chaka |
| Angkatan Laut | Smoker, Tashigi |
Mengalahkan Crocodile membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan otot. Luffy harus melalui tiga tahap pertarungan yang sangat melelahkan:
Setelah kalah telak di ronde pertama, Luffy menyadari bahwa Crocodile tidak bisa berubah menjadi pasir jika terkena cairan. Hal ini terlihat saat Crocodile tidak sengaja terkena tumpahan air dan bagian tubuhnya bisa disentuh.
Pada ronde ketiga di makam bawah tanah, Luffy kehabisan air. Namun, ia menyadari bahwa darahnya sendiri yang terus mengalir dari luka-luka akibat serangan Crocodile bisa digunakan sebagai media untuk membasahi tinjunya. Ini adalah momen krusial yang membuktikan kecerdasan bertarung Luffy.
Crocodile mencoba bertahan dengan teknik Desert Girasole, namun Luffy yang sudah berlumuran darah meluncurkan teknik Gomu Gomu no Storm. Luffy memutar tubuhnya seperti bor dan memberikan ratusan pukulan dari bawah, menghancurkan langit-langit batu dan melempar Crocodile hingga tak sadarkan diri.
Kekalahan Crocodile adalah pertama kalinya pemerintah dunia menyembunyikan keterlibatan bajak laut dalam menyelamatkan sebuah negara. Kredit kemenangan diberikan kepada Smoker dan Tashigi untuk menjaga nama baik Shichibukai, meskipun kenyataannya Luffy-lah yang menumbangkan sang dalang.
Luffy mengalahkan Crocodile dengan memanfaatkan kelemahan elemen pasir terhadap cairan. Penggunaan darah sebagai pengganti air di saat-saat terakhir menjadi bukti kegigihan Luffy dalam melindungi teman-temannya di Alabasta. Kemenangan ini tidak hanya membebaskan Alabasta dari kekeringan, tetapi juga mengguncang keseimbangan dunia One Piece. (Z-4)
Cerita yang dibeberkan Vegapunk sudah mencapai babak akhir. Menurutnya dunia One Piece akan dipimpin oleh bajak laut yang menyandang nama 'D'.
Alasan mendasar Oden menjadi bajak laut adalah ketidakpuasannya terhadap kebijakan isolasi Wano Kuni. Oden merasa bahwa Wano terlalu sempit untuk jiwanya yang liar.
Kekuatan Soru Soru no Mi sangat bergantung pada dominasi mental. Selama seseorang tidak takut kepada Big Mom, teknik pengambilan jiwanya tidak akan mempan
Chapter manga One Piece 1176 menghadirkan halaman warna spesial di bagian sampul. Ilustrasinya merupakan versi baru dari cover Volume 12, namun kali ini menampilkan seluruh kru
Kekuatan Big Mom tidak hanya terletak pada serangan langsung, tetapi juga pada ekosistem militer yang ia bangun melalui jiwanya sendiri.
Kaidou tidak menemukan buah ini secara tidak sengaja. Ia mendapatkannya melalui Big Mom (Charlotte Linlin) saat peristiwa bersejarah Insiden God Valley sekitar 38 tahun yang lalu.
Kembalinya One Piece musim semi ini menandai transisi besar dalam narasi anime garapan Eiichiro Oda tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved