Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Bagaimana Cara Luffy Mengalahkan Crocodile di One Piece? Pecah di Pertempuran Alabasta

Reynaldi Andrian Pamungkas
12/2/2026 21:15
Bagaimana Cara Luffy Mengalahkan Crocodile di One Piece? Pecah di Pertempuran Alabasta
Crocodile(Doc IMDB)

PERTEMPURAN Alabasta merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Sebagai lawan pertama yang berstatus Shichibukai, Crocodile memberikan pelajaran berharga bagi Luffy tentang batasan kekuatan fisik melawan pengguna buah iblis tipe Logia.

Mengenal Pertempuran Alabasta: Puncak Konflik Melawan Baroque Works

Konflik di Alabasta bukan sekadar pertarungan antar bajak laut, melainkan sebuah konspirasi politik yang dirancang secara sistematis oleh Sir Crocodile melalui organisasi Baroque Works. Tujuannya adalah merebut takhta dari Raja Nefertari Cobra dan menemukan lokasi Poneglyph yang memuat informasi tentang Senjata Kuno Pluton.

Luffy dan kawan-kawan terlibat setelah bertemu dengan Putri Nefertari Vivi. Pertempuran ini pecah di ibu kota Alubarna, di mana jutaan tentara pemberontak dan tentara kerajaan bertempur di bawah manipulasi Crocodile.

Daftar Karakter yang Terlibat dalam Pertempuran Alabasta

Berikut adalah tabel ringkasan faksi-faksi utama yang bertarung di Alabasta:

Faksi Karakter Kunci
Bajak Laut Topi Jerami Luffy, Zoro, Sanji, Nami, Usopp, Chopper
Baroque Works Sir Crocodile, Nico Robin, Mr. 1, Miss Doublefinger, Mr. 2
Kerajaan Alabasta Putri Vivi, Raja Cobra, Pell, Chaka
Angkatan Laut Smoker, Tashigi

Strategi Luffy: Bagaimana Cara Mengalahkan Crocodile?

Mengalahkan Crocodile membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan otot. Luffy harus melalui tiga tahap pertarungan yang sangat melelahkan:

1. Mengidentifikasi Kelemahan Logia

Setelah kalah telak di ronde pertama, Luffy menyadari bahwa Crocodile tidak bisa berubah menjadi pasir jika terkena cairan. Hal ini terlihat saat Crocodile tidak sengaja terkena tumpahan air dan bagian tubuhnya bisa disentuh.

2. Penggunaan Darah sebagai Pengganti Air

Pada ronde ketiga di makam bawah tanah, Luffy kehabisan air. Namun, ia menyadari bahwa darahnya sendiri yang terus mengalir dari luka-luka akibat serangan Crocodile bisa digunakan sebagai media untuk membasahi tinjunya. Ini adalah momen krusial yang membuktikan kecerdasan bertarung Luffy.

3. Serangan Pamungkas: Gomu Gomu no Storm

Crocodile mencoba bertahan dengan teknik Desert Girasole, namun Luffy yang sudah berlumuran darah meluncurkan teknik Gomu Gomu no Storm. Luffy memutar tubuhnya seperti bor dan memberikan ratusan pukulan dari bawah, menghancurkan langit-langit batu dan melempar Crocodile hingga tak sadarkan diri.

Kekalahan Crocodile adalah pertama kalinya pemerintah dunia menyembunyikan keterlibatan bajak laut dalam menyelamatkan sebuah negara. Kredit kemenangan diberikan kepada Smoker dan Tashigi untuk menjaga nama baik Shichibukai, meskipun kenyataannya Luffy-lah yang menumbangkan sang dalang.

Luffy mengalahkan Crocodile dengan memanfaatkan kelemahan elemen pasir terhadap cairan. Penggunaan darah sebagai pengganti air di saat-saat terakhir menjadi bukti kegigihan Luffy dalam melindungi teman-temannya di Alabasta. Kemenangan ini tidak hanya membebaskan Alabasta dari kekeringan, tetapi juga mengguncang keseimbangan dunia One Piece. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya