Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Penyebab Ace Tewas, Fakta Saudara Luffy yang Gugur di Pertempuran Marineford One Piece

Reynaldi Andrian Pamungkas
29/1/2026 23:45
Penyebab Ace Tewas, Fakta Saudara Luffy yang Gugur di Pertempuran Marineford One Piece
Portgas D. Ace(Doc IMDB)

DALAM sejarah panjang serial One Piece yang masih terus diperbincangkan hingga tahun 2026 ini, tidak ada momen yang lebih memilukan dan mengubah arah cerita secara drastis selain kematian Portgas D. Ace. Peristiwa yang terjadi dalam arc Marineford atau Perang Puncak (Paramount War) ini bukan sekadar adegan aksi, melainkan titik balik emosional bagi sang protagonis, Monkey D. Luffy, dan seluruh keseimbangan kekuatan dunia bajak laut.

Bagi para penggemar baru maupun veteran yang ingin menyegarkan ingatan mengenai detail peristiwa bersejarah ini, berikut adalah ulasan komprehensif mengenai penyebab tewasnya Ace, kronologi perang, hingga dampak masif yang ditimbulkannya.

Awal Mula Konflik: Pemicu Perang Marineford

Sebelum membahas momen kematiannya, penting untuk memahami mengapa Ace bisa berada di panggung eksekusi tersebut. Konflik ini bermula dari prinsip loyalitas Ace terhadap kru Bajak Laut Whitebeard.

Marshall D. Teach, atau yang dikenal sebagai Blackbeard (Kurohige), membunuh rekan satu krunya, Thatch, demi merebut Buah Iblis Yami Yami no Mi. Ace, sebagai Komandan Divisi ke-2 Whitebeard, merasa bertanggung jawab untuk menghukum mantan anak buahnya tersebut. Pengejaran ini berujung pada duel di Pulau Banaro.

Sayangnya, kekuatan kegelapan Blackbeard terbukti lebih unggul dibandingkan api Ace. Ace kalah, ditangkap, dan diserahkan kepada Angkatan Laut (Marines) sebagai tiket bagi Blackbeard untuk menjadi seorang Shichibukai. Angkatan Laut kemudian mengumumkan eksekusi publik bagi Ace di markas besar mereka, Marineford, yang secara langsung menantang Edward Newgate (Whitebeard).

Peta Kekuatan: Siapa Saja yang Terlibat?

Pertempuran Marineford tercatat sebagai perang terbesar dalam era bajak laut sebelum Time Skip. Skala pertempuran ini melibatkan kekuatan-kekuatan puncak dunia One Piece:

Kubu Penyelamat Ace

  • Bajak Laut Whitebeard: Dipimpin oleh Edward Newgate beserta 16 Komandan Divisi (termasuk Marco, Jozu, dan Vista).
  • Aliansi Dunia Baru: 43 kru bajak laut yang beraliansi dengan Whitebeard.
  • Kelompok Impel Down: Monkey D. Luffy, Jinbe, Emporio Ivankov, Crocodile, dan para tahanan pelarian lainnya.

Kubu Angkatan Laut & Pemerintah Dunia

  • Tiga Admiral: Akainu (Sakazuki), Aokiji (Kuzan), dan Kizaru (Borsalino).
  • Fleet Admiral: Sengoku sang Buddha.
  • Pahlawan Angkatan Laut: Monkey D. Garp.
  • Shichibukai: Dracule Mihawk, Boa Hancock, Donquixote Doflamingo, Bartholomew Kuma, dan Gecko Moria.
  • Pasukan Elite: Ribuan prajurit Angkatan Laut dan Pacifista.

Analisis Penyebab Utama Kematian Ace

Banyak penggemar yang sering salah mengartikan bahwa Ace tewas semata-mata karena kalah kuat. Namun, ada nuansa psikologis dan taktis yang mendalam dalam momen tragis tersebut. Berikut adalah analisis faktual penyebab kematiannya:

1. Provokasi Akainu

Setelah berhasil dibebaskan oleh Luffy, Ace dan Luffy sebenarnya sudah memiliki celah untuk melarikan diri. Namun, Admiral Akainu melontarkan provokasi verbal dengan menghina Whitebeard sebagai "pecundang dari era lama". Ace, yang sangat menghormati Whitebeard sebagai sosok ayah, tidak terima dengan hinaan tersebut dan berbalik untuk menyerang Akainu.

2. Hierarki Kekuatan Buah Iblis

Dalam bentrokan fisik antara Ace dan Akainu, terungkap fakta mengejutkan mengenai hierarki Buah Iblis. Api Ace (Mera Mera no Mi) ternyata kalah level dibandingkan magma Akainu (Magu Magu no Mi). Magma memiliki sifat "membakar api", yang membuat tubuh logia Ace tetap bisa terluka parah.

3. Pengorbanan untuk Luffy

Penyebab final dan paling krusial adalah target serangan Akainu. Menyadari Luffy sudah kehabisan tenaga dan terjatuh, Akainu mengalihkan sasarannya untuk membunuh Luffy yang dianggap sebagai ancaman masa depan (anak Dragon). Ace dengan sigap melompat di depan Luffy, membiarkan tinju magma Akainu menembus dadanya demi melindungi sang adik. Kartu Vivre Card Ace pun terbakar habis, menandakan akhir hayatnya.

Dampak Masif Pasca-Perang Marineford

Gugurnya Ace dan Whitebeard di Marineford bukan sekadar akhir sebuah cerita, melainkan katalisator perubahan zaman (The Changing of Era). Berikut adalah dampak signifikannya:

  • Akhir Era Lama: Kematian Whitebeard menandai berakhirnya era bajak laut lama. Sebelum mati, Whitebeard mengonfirmasi bahwa "One Piece itu nyata!", yang justru memicu gelombang bajak laut baru alih-alih meredamnya.
  • Pergeseran Kekuatan (Power Shift): Posisi Yonko menjadi kosong satu. Blackbeard kemudian mengambil alih posisi tersebut serta wilayah kekuasaan Whitebeard. Ia juga menjadi satu-satunya orang yang memiliki dua kekuatan Buah Iblis.
  • Transformasi Luffy: Kematian Ace menjadi pukulan mental terberat bagi Luffy. Hal ini menyadarkan Luffy bahwa ia masih terlalu lemah untuk menaklukkan New World. Atas saran Rayleigh, Luffy memutuskan untuk menunda pertemuan kru (3D2Y) dan berlatih selama dua tahun untuk menguasai Haki.
  • Perubahan di Angkatan Laut: Sengoku mengundurkan diri sebagai Fleet Admiral. Terjadi duel antara Aokiji dan Akainu untuk memperebutkan posisi tersebut, yang akhirnya dimenangkan oleh Akainu, mengubah Angkatan Laut menjadi organisasi yang lebih agresif dengan prinsip "Keadilan Absolut".

Fakta Singkat Portgas D. Ace

Nama Lengkap Portgas D. Ace (Gol D. Ace)
Julukan Hiken no Ace (Ace si Tinju Api)
Ayah Biologis Gol D. Roger (Raja Bajak Laut)
Nilai Buruan (Bounty) 550.000.000 Berry
Afiliasi Komandan Divisi 2 Bajak Laut Whitebeard

Kematian Ace mengajarkan tentang arti persaudaraan, pengorbanan, dan konsekuensi dari sebuah pilihan. Meskipun fisiknya telah tiada, tekad apinya (Will of Fire) diwariskan kepada Sabo yang kini memegang kekuatan Mera Mera no Mi, memastikan bahwa semangat Ace tetap hidup mendampingi perjalanan Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut. (Z-4)

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya