Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM sejarah panjang serial One Piece yang masih terus diperbincangkan hingga tahun 2026 ini, tidak ada momen yang lebih memilukan dan mengubah arah cerita secara drastis selain kematian Portgas D. Ace. Peristiwa yang terjadi dalam arc Marineford atau Perang Puncak (Paramount War) ini bukan sekadar adegan aksi, melainkan titik balik emosional bagi sang protagonis, Monkey D. Luffy, dan seluruh keseimbangan kekuatan dunia bajak laut.
Bagi para penggemar baru maupun veteran yang ingin menyegarkan ingatan mengenai detail peristiwa bersejarah ini, berikut adalah ulasan komprehensif mengenai penyebab tewasnya Ace, kronologi perang, hingga dampak masif yang ditimbulkannya.
Sebelum membahas momen kematiannya, penting untuk memahami mengapa Ace bisa berada di panggung eksekusi tersebut. Konflik ini bermula dari prinsip loyalitas Ace terhadap kru Bajak Laut Whitebeard.
Marshall D. Teach, atau yang dikenal sebagai Blackbeard (Kurohige), membunuh rekan satu krunya, Thatch, demi merebut Buah Iblis Yami Yami no Mi. Ace, sebagai Komandan Divisi ke-2 Whitebeard, merasa bertanggung jawab untuk menghukum mantan anak buahnya tersebut. Pengejaran ini berujung pada duel di Pulau Banaro.
Sayangnya, kekuatan kegelapan Blackbeard terbukti lebih unggul dibandingkan api Ace. Ace kalah, ditangkap, dan diserahkan kepada Angkatan Laut (Marines) sebagai tiket bagi Blackbeard untuk menjadi seorang Shichibukai. Angkatan Laut kemudian mengumumkan eksekusi publik bagi Ace di markas besar mereka, Marineford, yang secara langsung menantang Edward Newgate (Whitebeard).
Pertempuran Marineford tercatat sebagai perang terbesar dalam era bajak laut sebelum Time Skip. Skala pertempuran ini melibatkan kekuatan-kekuatan puncak dunia One Piece:
Banyak penggemar yang sering salah mengartikan bahwa Ace tewas semata-mata karena kalah kuat. Namun, ada nuansa psikologis dan taktis yang mendalam dalam momen tragis tersebut. Berikut adalah analisis faktual penyebab kematiannya:
Setelah berhasil dibebaskan oleh Luffy, Ace dan Luffy sebenarnya sudah memiliki celah untuk melarikan diri. Namun, Admiral Akainu melontarkan provokasi verbal dengan menghina Whitebeard sebagai "pecundang dari era lama". Ace, yang sangat menghormati Whitebeard sebagai sosok ayah, tidak terima dengan hinaan tersebut dan berbalik untuk menyerang Akainu.
Dalam bentrokan fisik antara Ace dan Akainu, terungkap fakta mengejutkan mengenai hierarki Buah Iblis. Api Ace (Mera Mera no Mi) ternyata kalah level dibandingkan magma Akainu (Magu Magu no Mi). Magma memiliki sifat "membakar api", yang membuat tubuh logia Ace tetap bisa terluka parah.
Penyebab final dan paling krusial adalah target serangan Akainu. Menyadari Luffy sudah kehabisan tenaga dan terjatuh, Akainu mengalihkan sasarannya untuk membunuh Luffy yang dianggap sebagai ancaman masa depan (anak Dragon). Ace dengan sigap melompat di depan Luffy, membiarkan tinju magma Akainu menembus dadanya demi melindungi sang adik. Kartu Vivre Card Ace pun terbakar habis, menandakan akhir hayatnya.
Gugurnya Ace dan Whitebeard di Marineford bukan sekadar akhir sebuah cerita, melainkan katalisator perubahan zaman (The Changing of Era). Berikut adalah dampak signifikannya:
| Nama Lengkap | Portgas D. Ace (Gol D. Ace) |
| Julukan | Hiken no Ace (Ace si Tinju Api) |
| Ayah Biologis | Gol D. Roger (Raja Bajak Laut) |
| Nilai Buruan (Bounty) | 550.000.000 Berry |
| Afiliasi | Komandan Divisi 2 Bajak Laut Whitebeard |
Kematian Ace mengajarkan tentang arti persaudaraan, pengorbanan, dan konsekuensi dari sebuah pilihan. Meskipun fisiknya telah tiada, tekad apinya (Will of Fire) diwariskan kepada Sabo yang kini memegang kekuatan Mera Mera no Mi, memastikan bahwa semangat Ace tetap hidup mendampingi perjalanan Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut. (Z-4)
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Portgas D. Ace adalah putra kandung dari Raja Bajak Laut, Gol D. Roger. Namun, Ace sangat membenci ayahnya dan lebih memilih menggunakan nama belakang ibunya, Portgas D. Rouge.
Akar dari rasa hormat Shanks berawal dari masa mudanya sebagai kru magang di bawah kepemimpinan Gol D. Roger. Di kapal Oro Jackson, Shanks menyaksikan langsung rivalitas
Momen paling ikonik dalam bentrokan ini adalah saat Shanks menggunakan teknik Kamusari (Divine Departure). Teknik tebasan pedang ini merupakan jurus yang sama yang digunakan
Kekuatan ini memungkinkan Bonney untuk memanipulasi usia dirinya sendiri maupun orang lain hanya dengan sentuhan fisik. Menariknya, pada benda mati, efek ini bisa bersifat permanen
Saat ini, kekuatan tempur utama Kurohige terbagi ke dalam 10 divisi yang dipimpin oleh para "Komandan Titanic".
Begitu Golden Den Den Mushi ditekan, tidak ada jalan kembali. Armada tersebut akan membombardir lokasi target dengan meriam secara terus-menerus hingga wilayah tersebut rata
Kejadian ini bermula saat Admiral Kizaru mencoba menembakkan laser mematikan ke arah Bonney dan Vegapunk. Secara tak terduga, Sanji muncul dan menendang laser tersebut
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved