Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Mengapa Sabo Dianggap Sudah Tewas di One Piece? Ini Faktanya

Reynaldi Andrian Pamungkas
17/3/2026 23:10
Mengapa Sabo Dianggap Sudah Tewas di One Piece? Ini Faktanya
Sabo(Doc IMDB)

DALAM dunia One Piece yang penuh dengan intrik, Sabo adalah karakter yang paling sering membuat pembaca bertanya-tanya tentang status nyawanya. Saudara angkat dari Monkey D. Luffy dan Portgas D. Ace ini memiliki sejarah panjang tentang "kematian" yang ternyata hanyalah awal dari peran yang lebih besar.

Tragedi Masa Kecil di Kerajaan Goa

Anggapan pertama bahwa Sabo telah tewas terjadi saat ia masih berusia 10 tahun. Sebagai seorang bangsawan yang muak dengan sistem kelas, Sabo memutuskan untuk berlayar sendirian. Namun, kapalnya ditembak oleh Saint Jalmack, seorang Tenryubito (Naga Langit), hanya karena kapal kecil tersebut melintasi jalur kapal sang bangsawan dunia.

Luffy dan Ace yang melihat kejadian itu dari pesisir meyakini bahwa Sabo telah tewas dalam ledakan tersebut. Kejadian inilah yang memicu Ace dan Luffy untuk berjanji menjadi bajak laut yang kuat demi menghormati "warisan" Sabo.

Ke Mana Sabo Selama Ini?

Sabo sebenarnya selamat berkat bantuan Monkey D. Dragon. Pemimpin Pasukan Revolusi tersebut menarik Sabo dari laut yang membara. Namun, Sabo mengalami amnesia akibat cedera kepala parah. Ia kehilangan seluruh ingatan tentang masa kecilnya, termasuk kenangannya bersama Ace dan Luffy.

Selama sepuluh tahun, Sabo tinggal di Baltigo dan dilatih langsung oleh Dragon serta Ivankov. Ia tumbuh menjadi petarung yang sangat tangguh meskipun tanpa kekuatan Buah Iblis pada awalnya. Ingatannya baru kembali secara mendadak setelah ia melihat foto Ace yang tewas di koran, yang memicu trauma emosional luar biasa hingga ia pingsan selama berhari-hari.

Insiden Lulusia: Kematian yang Dipalsukan?

Di era Final Saga, Sabo kembali dikabarkan tewas. Setelah menyusup ke Mary Geoise selama Reverie, Sabo dituduh membunuh Raja Cobra dari Alabasta. Saat ia bersembunyi di Kerajaan Lulusia, Pemerintah Dunia menggunakan senjata rahasia (Mother Flame) untuk menghancurkan pulau tersebut.

Banyak yang mengira Sabo tewas dalam serangan tersebut, namun ia terbukti selamat karena sedang berada di atas kapal bersama para pengungsi Lulusia di luar area ledakan. Ia pun berhasil membawa informasi paling berbahaya di dunia: fakta bahwa ada seseorang bernama Im-sama yang duduk di "Takhta Kosong".

Status Sabo Saat Ini: Sang Kaisar Api

Kini, Sabo bukan lagi sekadar anak bangsawan yang melarikan diri. Ia telah menjadi figur global dengan status berikut:

  • Kepala Staf Pasukan Revolusi: Menjadi orang nomor dua paling berpengaruh di organisasi pemberontak terbesar di dunia.
  • Flame Emperor (Entei): Julukan baru yang ia dapatkan setelah menguasai Mera Mera no Mi dan memicu revolusi di berbagai belahan dunia.
  • Pewaris Tekad Ace: Dengan memakan Mera Mera no Mi di Dressrosa, Sabo secara resmi melanjutkan tekad dan kekuatan api milik saudaranya.

Dengan pengaruhnya yang kini bahkan disebut-sebut menyaingi Monkey D. Dragon, Sabo diprediksi akan menjadi kunci utama dalam pertempuran terakhir melawan Pemerintah Dunia untuk membebaskan dunia dari tirani Naga Langit. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya