Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI musik tanah air kembali kedatangan warna baru dengan lahirnya SonicFlo. Grup musik yang terbentuk pada pertengahan 2025 ini digawangi oleh kolaborasi lintas generasi: gitaris veteran Coki Bollemeyer, Boyi Tondo pada bass dan keyboard, serta Daffa Bagaskara pada vokal.
Lahir dari latar belakang budaya dan usia yang berbeda, SonicFlo dipersatukan oleh satu visi: menciptakan musik yang jujur dan reflektif.
Bagi para personelnya, band ini bukan sekadar proyek sampingan, melainkan sebuah muara dari pencarian panjang mereka dalam bermusik.
Coki Bollemeyer mengungkapkan bahwa ia telah lama mendambakan format band seperti ini.
“Kalau gua sih punya cita-cita band seperti SonicFlo ini, baru ketemu Boyi dan Daffa di tahun 2025, ternyata mereka sedang mencari band dengan genre seperti ini, jadilah terbentuk band ini,” ujarnya.
Senada dengan Coki, Boyi Tondo menganggap SonicFlo sebagai tempat bernaung yang ideal.
“Kalau gua pribadi, band tuh kayak rumah, jadi jodoh-jodohan. Gua pengen punya rumah untuk bermusik, punya teman yang sejalan dan sevisi dengan ambisi yang sama. Akhirnya beruntung ketemu Daffa dan Om Coki tahun 2025,” tutur Boyi.
Secara musikal, SonicFlo memilih jalur pop-alternative sebagai identitasnya. Mereka menarik benang merah dari kejayaan suara era 80-an yang atmosferik, terinspirasi dari legenda seperti Tears for Fears dan Duran Duran, namun tetap dibalut dengan produksi modern ala The 1975.
Perpaduan ini menciptakan karakter musik yang nostalgik sekaligus tetap relevan bagi pendengar masa kini.
Sebagai perkenalan perdana, SonicFlo merilis single bertajuk Rayu Membiru hari ini, Jumat (23/1). Alih-alih mengangkat tema cinta yang klise, lagu ini justru masuk ke ranah spiritual yang personal.
Single ini menggambarkan pencarian manusia akan kedekatan dengan Tuhan tanpa adanya intervensi duniawi. Hal ini tercermin kuat dalam penggalan liriknya: “Keinginan ku mengenalnya / Mereguk asmara tanpa tanya / Tanpa teracuni dunia / Dan rasakan sentuhannya.”
Vokalis Daffa Bagaskara menegaskan bahwa band ini merupakan wadah untuk merangkum keresahan-keresahan yang selama ini terpendam.
“Ada beberapa keresahan yang kita tumpahkan dalam sebuah karya yang belum sempat dikeluarkan, kita kumpulin jadi satu album, dan keluarlah akhirnya SonicFlo,” jelas Daffa.
Pascaperilisan Rayu Membiru, SonicFlo telah menjadwalkan peluncuran album perdana mereka yang bertajuk Perdebatan pada momentum setelah Lebaran tahun ini. Album tersebut akan mengupas berbagai konflik kehidupan, mulai dari isu percintaan, keluarga, hingga dinamika sosial.
Melalui karya-karyanya, SonicFlo berharap dapat membawa aura positif (*good vibes*) dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat luas melalui serangkaian video klip serta showcase yang telah mereka siapkan dalam waktu dekat. (Z-1)
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved