Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland. Langkah ini diambil setelah Sting mengakui adanya kekurangan pembayaran royalti di masa lalu, menyusul gugatan hukum yang dilayangkan kedua rekannya tersebut.
Dalam berkas di Pengadilan Tinggi London, tim hukum Sting mengonfirmasi bahwa Summers dan Copeland telah menerima pembayaran sebesar US$870.000 (sekitar Rp12,8 miliar).
Meski demikian, pengacara pihak penggugat mencatat bahwa nominal tersebut belum termasuk bunga atas "kekurangan pembayaran historis" yang mereka klaim.
Perselisihan ini bermula pada September tahun lalu ketika Summers dan Copeland menuntut Sting serta perusahaan penerbitannya.
Mereka mengklaim berhak atas royalti dari lagu-lagu hit seperti Roxanne dan Every Breath You Take dengan nilai total antara £1,5 juta hingga £8 juta (sekitar Rp160 miliar).
Meskipun Sting adalah pencipta lagu utama, The Police memiliki kesepakatan lisan sejak 1977—yang kemudian diresmikan dalam kontrak tertulis—bahwa para anggota akan berbagi pendapatan penerbitan.
Kesepakatan ini mengakui kontribusi krusial anggota lain dalam aransemen lagu, seperti petikan gitar ikonik Summers di lagu Every Breath You Take. Sebagai kompensasi, mereka berhak atas "biaya pengatur" (arrangers' fee) sebesar 15%.
Namun, Sting menolak memberikan bagian dari pendapatan yang berasal dari layanan streaming dan unduhan digital.
Tim hukum Sting berargumen bahwa pendapatan dari platform seperti Spotify masuk dalam kategori "pertunjukan publik" dan bukan "penjualan".
Selain itu, mereka bersikeras bahwa perjanjian 2016 hanya mencakup royalti yang berasal dari "manufaktur rekaman" (fisik).
Dalam persidangan pendahuluan yang dimulai pada Rabu (14/1) waktu setempat, pengacara Summers dan Copeland meminta izin pengadilan untuk mengajukan argumen tambahan.
Mereka berpendapat bahwa bahasa dalam perjanjian 1997 dan 2016 harus ditafsirkan ulang seiring perubahan industri musik, ketika streaming telah menggantikan peran piringan hitam dan CD.
Para pengacara menyatakan bahwa total nilai klaim mereka "tidak kurang dari £8 juta" dan "akan jauh lebih besar" jika amandemen kasus mereka dikabulkan oleh hakim.
The Police, yang terbentuk pada 1977, memang dikenal memiliki sejarah hubungan internal yang panas meski sukses besar secara komersial.
Stewart Copeland bahkan pernah mengungkapkan bahwa para anggota band sering bersitegang hingga fisik selama sesi rekaman album Synchronicity (1983) yang dianggapnya sebagai masa-masa "sangat gelap".
Meski sempat melakukan tur reuni yang sukses pada 2007, band ini tetap bubar setelah jadwal terakhir mereka selesai.
Masalah finansial kembali mencuat setelah Sting menjual seluruh katalog lagunya ke Universal Music Group pada 2022 dengan kesepakatan yang diperkirakan bernilai $200 juta.
Sidang pendahuluan di bawah pimpinan Hakim Bright ini dijadwalkan berakhir pada Kamis, dengan persidangan utama yang akan ditetapkan di kemudian hari. (bbc/Z-1)
Sting telah digugat oleh mantan rekan satu bandnya di The Police atas dugaan hilangnya royalti atas lagu-lagu yang mereka rekam bersama antara 1977 dan 1984.
Melalui No. 1 Priority, Jey Denise menegaskan identitasnya sebagai musisi independen yang produktif dan mampu menyatukan pengalaman personal dengan tema universal yang menginspirasi.
King Nassar mengungkapkan bahwa dirinya menargetkan penurunan berat badan sebanyak 10 kilogram demi mendukung aksi panggungnya yang dikenal sangat energik.
Lagu Hancur Dulu menjadi penanda perjalanan batin Ashilla dalam memahami diri sendiri dan keluar dari fase penyangkalan (denial) yang selama ini membelenggunya.
King Nassar memandang setiap peristiwa dalam hidup, baik itu kehilangan maupun kehadiran hal baru, sebagai bagian dari ketetapan Sang Pencipta yang harus dihadapi dengan keikhlasan.
Proses kreatif kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang intens bagi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie.
PIKOTARO mengaku bahwa inspirasi lagu ini lahir langsung dari interaksinya dengan anak-anak pejuang kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved