Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sengketa Royalti The Police: Sting Bayar Rp12 Miliar di Tengah Gugatan Rp160 Miliar

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 10:12
Sengketa Royalti The Police: Sting Bayar Rp12 Miliar di Tengah Gugatan Rp160 Miliar
Sting(AFP/NOAM GALAI / GETTY IMAGES NORTH AMERICA )

MUSISI legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland. Langkah ini diambil setelah Sting mengakui adanya kekurangan pembayaran royalti di masa lalu, menyusul gugatan hukum yang dilayangkan kedua rekannya tersebut.

Dalam berkas di Pengadilan Tinggi London, tim hukum Sting mengonfirmasi bahwa Summers dan Copeland telah menerima pembayaran sebesar US$870.000 (sekitar Rp12,8 miliar). 

Meski demikian, pengacara pihak penggugat mencatat bahwa nominal tersebut belum termasuk bunga atas "kekurangan pembayaran historis" yang mereka klaim.

Inti Perselisihan: Era Streaming vs. Penjualan Fisik

Perselisihan ini bermula pada September tahun lalu ketika Summers dan Copeland menuntut Sting serta perusahaan penerbitannya. 

Mereka mengklaim berhak atas royalti dari lagu-lagu hit seperti Roxanne dan Every Breath You Take dengan nilai total antara £1,5 juta hingga £8 juta (sekitar Rp160 miliar).

Meskipun Sting adalah pencipta lagu utama, The Police memiliki kesepakatan lisan sejak 1977—yang kemudian diresmikan dalam kontrak tertulis—bahwa para anggota akan berbagi pendapatan penerbitan. 

Kesepakatan ini mengakui kontribusi krusial anggota lain dalam aransemen lagu, seperti petikan gitar ikonik Summers di lagu Every Breath You Take. Sebagai kompensasi, mereka berhak atas "biaya pengatur" (arrangers' fee) sebesar 15%.

Namun, Sting menolak memberikan bagian dari pendapatan yang berasal dari layanan streaming dan unduhan digital. 

Tim hukum Sting berargumen bahwa pendapatan dari platform seperti Spotify masuk dalam kategori "pertunjukan publik" dan bukan "penjualan". 

Selain itu, mereka bersikeras bahwa perjanjian 2016 hanya mencakup royalti yang berasal dari "manufaktur rekaman" (fisik).

Gugatan yang Terus Membengkak

Dalam persidangan pendahuluan yang dimulai pada Rabu (14/1) waktu setempat, pengacara Summers dan Copeland meminta izin pengadilan untuk mengajukan argumen tambahan. 

Mereka berpendapat bahwa bahasa dalam perjanjian 1997 dan 2016 harus ditafsirkan ulang seiring perubahan industri musik, ketika streaming telah menggantikan peran piringan hitam dan CD.

Para pengacara menyatakan bahwa total nilai klaim mereka "tidak kurang dari £8 juta" dan "akan jauh lebih besar" jika amandemen kasus mereka dikabulkan oleh hakim.

Hubungan yang Penuh Gejolak

The Police, yang terbentuk pada 1977, memang dikenal memiliki sejarah hubungan internal yang panas meski sukses besar secara komersial. 

Stewart Copeland bahkan pernah mengungkapkan bahwa para anggota band sering bersitegang hingga fisik selama sesi rekaman album Synchronicity (1983) yang dianggapnya sebagai masa-masa "sangat gelap".

Meski sempat melakukan tur reuni yang sukses pada 2007, band ini tetap bubar setelah jadwal terakhir mereka selesai. 

Masalah finansial kembali mencuat setelah Sting menjual seluruh katalog lagunya ke Universal Music Group pada 2022 dengan kesepakatan yang diperkirakan bernilai $200 juta.

Sidang pendahuluan di bawah pimpinan Hakim Bright ini dijadwalkan berakhir pada Kamis, dengan persidangan utama yang akan ditetapkan di kemudian hari. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya