Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Film Patah Hati yang Kupilih, Drama Dewasa Tentang Cinta, Agama, dan Ego

Basuki Eka Purnama
30/12/2025 16:45
Film Patah Hati yang Kupilih, Drama Dewasa Tentang Cinta, Agama, dan Ego
Poster film Patah Hati yang Kupilih(imdb)

RUMAH produksi Sinemaku Pictures kembali mewarnai layar lebar melalui film drama terbaru bertajuk Patah Hati yang Kupilih. Di bawah arahan sutradara Danial Rifki, film ini tidak sekadar menjual romansa, melainkan memotret pergulatan batin yang mendalam antara cinta, keyakinan, dan tanggung jawab.

Film ini berfokus pada hubungan Alya (Prilly Latuconsina) dan Ben (Bryan Domani). Kisah cinta mereka terbentur tembok besar perbedaan agama yang diperparah oleh penolakan restu orangtua. 

Konflik memuncak saat hubungan tersebut meninggalkan konsekuensi besar: Alya mengandung anak dari Ben. Di titik inilah drama keluarga dimulai. Upaya Alya dan ibunya, Rahma (Marissa Anita), untuk menuntut tanggung jawab justru berbuah penolakan dari keluarga Ben.

Terasing dan terluka, Alya memilih jalan sunyi sebagai ibu tunggal bagi putrinya, Freya (Humaira Jahra). Ia memutus total komunikasi dengan Ben dan mencoba menata hidup di bawah bimbingan sang ibu yang religius. 

Namun, ketenangan Alya terusik ketika ia bertemu Fadil (Indian Akbar). Sosok Fadil hadir menawarkan rasa aman dan, yang terpenting, mendapatkan restu penuh dari sang ibu.

Saat Alya mulai membuka hati untuk masa depan bersama Fadil, Ben tiba-tiba muncul kembali. Kehadiran Ben membawa sisa-sisa perasaan yang belum usai, sekaligus tuntutan tanggung jawab sebagai seorang ayah. 

Alya pun terjebak dalam pusaran dilema: memilih kenangan masa lalu yang rumit bersama Ben atau melangkah ke masa depan yang lebih stabil bersama Fadil.

Sutradara Danial Rifki menjelaskan bahwa perbedaan agama dalam film ini bukan sekadar bumbu pemanis, melainkan sumber tekanan sosial yang nyata. 

“Tanpa disadari, ketika mengangkat isu perbedaan, itu juga berefleksi pada hal yang lebih luas. Bagi saya, topik perbedaan adalah isu yang sangat membumi untuk masyarakat Indonesia,” ungkap Danial Rifki.

Dari sisi akting, Prilly Latuconsina membawakan karakter Alya dengan pendekatan yang sangat tenang. Meski begitu, ketenangan ini menjadi catatan tersendiri karena terkadang membuat lapisan emosi dan rasa bersalah Alya kurang terasa mendalam. 

Di sisi lain, Bryan Domani berhasil membangun citra Ben sebagai sosok pria dewasa yang rasional. Kejutan manis justru datang dari aktor cilik Humaira Jahra, yang lewat karakternya sebagai Freya, mampu menghidupkan suasana dengan kepolosan dan humor ringannya.

Patah Hati yang Kupilih mengajak penonton melihat bagaimana orang dewasa belajar menanggalkan ego demi sebuah tanggung jawab. 

Film yang juga dibintangi oleh Indian Akbar, Marissa Anita, Rowiena Umboh, dan Halda Rianta ini sudah tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2025. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya