Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI perfilman tanah air kembali mengangkat kekayaan legenda urban Kalimantan ke layar lebar. Aktor Rio Dewanto, 38, dipasangkan dengan aktor laga senior Barry Prima, 71, dalam film terbaru bertajuk Kuyank. Film produksi DHF Entertainment ini dijadwalkan menyapa penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026.
Disutradarai oleh Johansyah Jumberan, Kuyank tidak hanya menjual elemen horor semata, namun juga menggali kedalaman drama psikologis dan konflik domestik.
Cerita ini dikembangkan berdasarkan legenda urban masyarakat Kalimantan dengan penggunaan dialog bahasa Banjar yang kental untuk menjaga autentisitasnya.
"Kami menjadikan cerita rakyat sebagai dasar cerita dengan fokus utama pada emosi manusia serta tekanan keluarga dalam mempengaruhi keputusan seseorang," ujar Johansyah Jumberan, dikutip Senin (29/12).
Plot utama film ini menyoroti lika-liku rumah tangga antara Badri (Rio Dewanto) dan istrinya, Rusmiati (Putri Intan Kasela). Keduanya nekat membangun mahligai rumah tangga meskipun langkah mereka dihantui oleh ramalan adat yang menyebutkan bahwa persatuan mereka hanya akan mendatangkan kesialan.
Ketegangan mencapai puncaknya saat tekanan keluarga besar mulai masuk ke ranah privat mereka. Pihak keluarga mendesak agar pasangan ini segera memiliki keturunan langsung sebagai upaya untuk mematahkan ramalan buruk tersebut.
Kondisi yang kian terhimpit memaksa karakter utama mengambil keputusan sulit demi mempertahankan martabat dan keutuhan rumah tangganya.
Aktris Putri Intan Kasela menjelaskan bahwa karakternya merefleksikan sisi emosional seorang istri yang terjepit.
Menurutnya, peran itu merefleksikan "keputusasaan seorang perempuan yang berada dalam posisi terpojok oleh keadaan dan tuntutan lingkungan terdekat."
Namun, pilihan yang mereka ambil justru menjadi pemantik rangkaian peristiwa misterius yang meneror keselamatan warga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menariknya, film berdurasi 98 menit ini mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum peristiwa dalam Saranjana Universe. Selain Rio Dewanto dan Barry Prima yang memerankan tokoh Utuh Ampong, jajaran pemain juga diperkuat oleh deretan nama populer seperti Dayu Wijanto, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, Ananda George, dan Betari Ayu.
Untuk memastikan kualitas atmosfer dan visualnya, tim produksi menggandeng musisi lokal Jeff Banjar untuk mengisi musik latar serta LMN Studio untuk pengerjaan efek visual (VFX). Secara teknis, penyuntingan gambar dipercayakan kepada Teguh Raharjo dengan penataan suara oleh Alunan Audio Post.
Bertepatan dengan momentum Hari Ibu, DHF Entertainment secara resmi meluncurkan cuplikan (trailer) dan poster film ini untuk menonjolkan perspektif perjuangan perempuan dalam menghadapi norma dan tekanan sosial. Lembaga Sensor Film (LSF) sendiri telah memberikan klasifikasi usia 13 tahun ke atas (13+) untuk film ini. (Ant/Z-1)
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Mengisi suara karakter robot bernama Batik, Bimo tidak hanya sekadar memberikan vokal mekanis, melainkan menghadirkan sosok pelindung yang terinspirasi dari realitas kehidupan keluarga.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
“Enggak, itu ada latihannya sih sebenarnya. Jadi dua bulan sebelumnya pelatihan terus. Jadi ya, minim buat kecelakaan. Mungkin kecetit satu dua tempat ada, cuma aman,”
Perpaduan visual jalur Alas Roban yang sunyi dengan suara ikonik sang diva 90-an menciptakan kontras yang kuat, rasa nostalgia yang biasanya hangat tiba-tiba mengusik
Reza Rahadian dan Rio Dewanto bermain dalam film terbaru berjudul Keadilan (The Verdict), yang menjadi kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan.
Dalam film Niken berperan sebagai ibu hamil dan dituntut melakukan adegan aksi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved