Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Junior Liem akan beradu akting dengan aktris Irma Rihi yang memerankan pasangan suami istri dan sosok orangtua dari anak bernama Na Willa dalam film terbaru garapan Visinema Studios, Na Willa..
Dalam acara konferensi pers Na Willa, Rabu (12/11), Junior Liem yang berperan sebagai Pak menceritakan karakter yang dimainkannya yaitu sebagai seorang ayah yang bekerja namun tetap berusaha meluangkan waktu bersama anaknya meski jarang bertemu.
"Dia itu pekerjaannya di pelayaran jadi memang waktu untuk ketemu dengan Willa itu sangat sedikit, jadi dia sangat memanfaatkan, tapi dia mau terlibat banget dengan komunikasi dengan Maknya, dengan istrinya. Jadi perkembangan anaknya mereka berdua sangat-sangat berkolaborasi," kata Junior saat menceritakan karakternya.
Ia mengatakan sosok Pak dalam karakternya merupakan seorang keturunan Tionghoa yang berwawasan tinggi dan penyayang keluarga.
Meski bekerja di bidang pelayaran, sosok Pak merupakan orang yang soft spoken dan bisa mencairkan suasana.
Sementara Irma Rihi berperan sebagai Mak, yang diceritakan sebagai istri dan ibu yang tegas dan keras khas suku Timur, namun tetap mengayomi dan lembut pada sang anak Na Willa yang diceritakan masih berusia lima tahun.
"Jadi, di situ, karakter orangtua ini yang lebih mengayomi dia, membimbing dia belajar itu seperti ini, dia harus bersikap seperti ini kepada lingkungannya, dan sosok Mak ini yang lebih ke sikap tegas, kalau Paknya mungkin lebih soft ya," kata Irma.
Untuk mendalami karakter keduanya, Junior dan Irma mencari tahu cara berbicara dan berkomunikasi pada era tahun 1960-an yang menurut mereka lebih baku dari zaman sekarang. Hal itu bukan merupakan tantangan berarti bagi mereka tapi sebagai pembelajaran baru tentang sosok orangtua di tahun tersebut.
Irma mengatakan yang membuatnya tertarik ikut dalam proyek film Na Willa yaitu adanya kesamaan dirinya dengan sosok Mak yang juga berasal dari Timur.
Ia juga senang Visinema mengangkat cerita bertema keluarga agar menjadi contoh bagi generasi selanjutnya bahwa kasih sayang
ibu dalam membesarkan anak memiliki caranya masing-masing.
Sementara bagi Junior, cerita Na Willa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa menjadi cerita nostalgia mengingat didikan orang tua di masa kecil.
Dalam film yang dijadwalkan akan mulai syuting minggu ini, Irma dan Junior akan menjadi orangtua dari Luisa Adreena yang berperan sebagai Na Willa. Irma menceritakan Luisa merupakan pilihan yang tepat yang menggambarkan sosok Na Willa yang serba ingin tahu.
Baik Junior dan Irma menilai film keluarga seperti Na Willa perlu ada lebih banyak lagi sebagai salah satu pilihan tontonan keluarga, sebagai pembelajaran tentang pentingnya membangun ikatan yang kuat antara orang tua dan anak di zaman sekarang dengan saling mengobrol dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama.
"Apa lagi zaman sekarang kan jarang tuh ya momen dimana anak sama keluarga pergi bareng, kalaupun pergi bareng kadang anaknya mau main sama temen-temennya, mau main handphone, ini salah satu momen yang bisa merekatkan juga waktu bersama keluarga, ngumpul sama-sama melihat oh kira-kira bapak dan mamaku waktu kecil kehidupannya kayak gini," pungkas Junior. (Ant/Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved