Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Marthino Lio Lakukan Debut Sebagai Sutradara di Web Series Gak Konek

Basuki Eka Purnama
10/11/2025 20:36
Marthino Lio Lakukan Debut Sebagai Sutradara di Web Series Gak Konek
Marthino Lio(Instagram @marthinolio)

AKTOR Marthino Lio, selain terlibat proyek film Abadi Nan Jaya, kini merambah dunia penyutradaraan melalui debutnya menggarap web series bertajuk Gak Konek.

Serial digital itu secara khusus dibuat untuk mempromosikan tempat-tempat pariwisata yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, mulai dari
Kabupaten Kepulauan Seribu hingga Jakarta Selatan (kawasan Blok M).

Marthino Lio mengungkapkan bahwa pengalaman barunya sebagai sutradara amat berkesan dan menantang.

Ia mengaku tidak menyangka akan diminta terlibat penuh, mulai dari memilih para pemain hingga memastikan seluruh proses produksi berjalan lancar.

Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam atas proses kreatif sebuah produksi dari awal hingga akhir.

"Merangkap semuanya lah, berkesan banget pokoknya," ujar Marthino, dikutip Senin (10/11).

Ia menjelaskan, awalnya, dirinya diminta pihak rumah produksi untuk merekomendasikan beberapa nama sutradara.

Setelah memberikan kontak yang diminta, para sutradara yang disodorkan memiliki jadwal lain yang tidak cocok dengan lini masa produksi web series ini yang berlangsung dari Februari hingga Agustus 2025.

Secara spontan, Marthino Lio melontarkan ide untuk menyutradarai sendiri proyek tersebut. 

"Saya nyeletuk apa saya saja yang nge-direct, eh dijabanin, saya bingung," kenang Marthino.

Setelah ditunjuk, Marthino Lio langsung menghubungi Umar Setyadi, seorang alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ), untuk meminta bantuan.

Umar pun membawa gerbong kru perfilman dari IKJ, ada yang dari angkatan 2014, 2016, dan yang lebih muda, untuk bergabung membentuk tim produksi yang solid di bawah arahan Marthino Lio sebagai sutradara.

Umar sendiri ditunjuk menjadi Director of Photography (DoP) web series tersebut.

Saat cerita serial itu diputuskan mengusung genre komedi petualangan, komedian Arie Kriting pun dihubungi untuk menulis skenarionya.

Dari koneksi Arie, para komedian seperti Arif Brata, Yono Bakri, dan Reinold Lawalata pun akhirnya bergabung menjadi pemeran utama serial Gak Konek.

Namun tantangan ternyata belum selesai di situ. Saat tim produksi melakukan pengambilan gambar pada Agustus, mereka tidak menyangka saat itu terjadi aksi demonstrasi bertajuk 17+8 di ibu kota.

"Untungnya itu dua hari terakhir, dua hari terakhir kita syuting di bulan Agustus," kata Marthino.

Marthino dan para kru mencoba mengatasi tantangan itu dengan ketenangan dan fokus penuh menjalani seluruh jadwal secara profesional, hingga syuting pun selesai.

Proses pengambilan gambar serial ini diselesaikan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu lima hari.

Setelah itu masuk proses penyuntingan, web series Gak Konek ditetapkan akan tayang dalam tiga episode, dengan durasi masing-masing 20 hingga 25 menit.

"Saya banyak dibantu soal detailnya sama mbak Asisten Sutradara Imaniar Octaviani," kata Marthino mengungkapkan bantuan yang diperolehnya dalam menata durasi tayangan.

Marthino mengatakan pihaknya juga terbantu oleh Produser Eksekutif Andhika Permata yang membuat persoalan perizinan lokasi syuting menjadi lebih sederhana, mengingat Andhika pun menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

"Kami dikasih beberapa opsi tempat oleh Pak Andhika dan timnya dari Disparekraf. Kami pun jadinya lebih mudah, tinggal memilih jalur ceritanya kira-kira dari mana sampai mana," kata Marthino.

Marthino mengatakan serial ini menyajikan kisah ringan yang berpusat pada serangkaian kesalahpahaman konyol antara seorang fotografer wanita pegiat media sosial (diperankan oleh Delia Husein) dan tiga pemuda yang secara kebetulan selalu muncul di setiap lokasi yang wanita itu kunjungi.

"Serial Gak Konek membuktikan kalau Jakarta bisa menjadi latar sempurna untuk cerita komedi situasi yang hangat dan universal," ujar
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Helma Dahlia.

Sejumlah tempat ikonik Jakarta, mulai dari pesona bahari Kepulauan Seribu, keramaian Ancol, wisata sejarah dan keunikan Kota Tua, hingga hidupnya kawasan perkotaan seperti Monas dan Blok M menjadi wajah ikonik dari serial digital ini.

Adapun web series Gak Konek dijadwalkan tayang di dua platform, RCTI+ pada 10 November dan Catchplay pada 20 November 2025.

Andhika Permata mengatakan produksi Gak Konek merupakan kelanjutan dari komitmen Disparekraf dalam mendorong minat wisatawan domestik untuk mengunjungi destinasi lokal Jakarta.

Sebelum ini, Disparekraf Provinsi DKI Jakarta telah memproduksi dua karya, yaitu web series Tiba-Tiba Ngeguide (2022) dan Amnesia Romansa (2024). (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya