Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI sukses menggelar tur Asia sepanjang Juli dan Agustus lalu, musisi asal Kanada Elijah Woods membagikan cuplikan terakhir sebelum album perdananya Can We Talk?, yang akan dirilis pada 14 Oktober 2025 mendatang.
Cuplikan itu berupa lagu baru berjudul I Miss You, yang akan menempel di kepala kita semua dari kali pertama mendengarnya.
Diwarnai nuansa lagu cinta khas Elijah Woods, I Miss You merangkum ruang suara yang kita ingat dari lagu-lagu awalnya yang berhasil viral.
Energi sepenuh hati bermuatan emosi yang mendalam dari 24/7, 365 dapat kita dengarkan di I Miss You.
Ditulis di atas permainan riff gitar akustik yang hangat, lengkap dengan melodi hook yang menggelegar dan lirik-lirik serba jujur, I Miss You memamerkan talenta elijah dalam bercerita. Rasanya personal dan familiar secara bersamaan.
"Lagu I Miss You adalah lagu tentang terus berharap meski cinta serasa tidak pasti. Seperti pikiran tengah malam yang membuat kita merasa bahwa kita akan menemukan jalan kita saat kita terus mencoba. Lagu ini emosional, namun lagu ini berbicara tentang rasa percaya terhadap sebuah hubungan," ungkap Elijah Woods
Sebelumnya, Elijah Woods telah memberikan cuplikan lagu ini di Instagram dan TikTok, bulan lalu. Ia pun dibanjiri oleh sambutan hangat dari para pendengarnya yang menginginkan Elijah Woods untuk segera merilis lagu I Miss You secara resmi.
Album Can We Talk? menjadi titik penting dalam karir Elijah Woods. Setelah merilis lima EP dan sederet single yang viral selama lima tahun terakhir, Elijah Woods telah mengukuhkan langkahnya sebagai seorang musisi independen yang sukses.
Ia telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar stream secara global dengan fanbase global melebihi 5 juta follower. Semuanya ia raih sambil terus tur ke berbagai belahan dunia dengan aturannya sendiri.
Album perdananya merangkum berbagai emosi – keintiman, kejujuran, dan kedalaman emosi, semuanya dibawakan lewat gaya penulisan lagunya yang kental dengan warna musik pop khas elijah.
Elijah Woods baru saja menyelesaikan tur Asia ke-2-nya bertajuk Give Me The Sunlight Tour yang mengunjungi 12 kota termasuk Jakarta saat ia tampil di The Sounds Project 2025.
Konsernya di Taipei dan Hong Kong habis terjual semua tiketnya. Ia juga tampil di festival musik ikonik Jepang Summer Sonic Festival di Osaka dan Tokyo.
Selain itu, Elijah Woods juga turut tampil di Singapura, Manila dan Bangkok. Tur terbaru elijah mengukuhkan namanya sebagai salah satu musisi pop paling naik daun saat ini di Asia.
Tahun lalu, Elijah Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan di Jakarta dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe di festival musik Seoul Jazz Festival. Saat ini Indonesia duduk di posisi #2 dalam daftar negara-negara yang paling sering memainkan musiknya secara digital.
Karisma dan style personal Elijah Woods juga bersinar di dunia fashion. Baru-baru ini ia menjadi cover majalah Esquire Singapore dan difitur di The Greatest Magazine, VMAN SEA, dan NYLON Manila.
Dengan album perdana yang siap dirilis seminggu lagi, tahun 2025 dipastikan menjadi tahun terbesarnya seraya ia berlalu-lalang di panggung-panggung bertaraf global. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved