Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI sukses menggelar tur Asia sepanjang Juli dan Agustus lalu, musisi asal Kanada Elijah Woods membagikan cuplikan terakhir sebelum album perdananya Can We Talk?, yang akan dirilis pada 14 Oktober 2025 mendatang.
Cuplikan itu berupa lagu baru berjudul I Miss You, yang akan menempel di kepala kita semua dari kali pertama mendengarnya.
Diwarnai nuansa lagu cinta khas Elijah Woods, I Miss You merangkum ruang suara yang kita ingat dari lagu-lagu awalnya yang berhasil viral.
Energi sepenuh hati bermuatan emosi yang mendalam dari 24/7, 365 dapat kita dengarkan di I Miss You.
Ditulis di atas permainan riff gitar akustik yang hangat, lengkap dengan melodi hook yang menggelegar dan lirik-lirik serba jujur, I Miss You memamerkan talenta elijah dalam bercerita. Rasanya personal dan familiar secara bersamaan.
"Lagu I Miss You adalah lagu tentang terus berharap meski cinta serasa tidak pasti. Seperti pikiran tengah malam yang membuat kita merasa bahwa kita akan menemukan jalan kita saat kita terus mencoba. Lagu ini emosional, namun lagu ini berbicara tentang rasa percaya terhadap sebuah hubungan," ungkap Elijah Woods
Sebelumnya, Elijah Woods telah memberikan cuplikan lagu ini di Instagram dan TikTok, bulan lalu. Ia pun dibanjiri oleh sambutan hangat dari para pendengarnya yang menginginkan Elijah Woods untuk segera merilis lagu I Miss You secara resmi.
Album Can We Talk? menjadi titik penting dalam karir Elijah Woods. Setelah merilis lima EP dan sederet single yang viral selama lima tahun terakhir, Elijah Woods telah mengukuhkan langkahnya sebagai seorang musisi independen yang sukses.
Ia telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar stream secara global dengan fanbase global melebihi 5 juta follower. Semuanya ia raih sambil terus tur ke berbagai belahan dunia dengan aturannya sendiri.
Album perdananya merangkum berbagai emosi – keintiman, kejujuran, dan kedalaman emosi, semuanya dibawakan lewat gaya penulisan lagunya yang kental dengan warna musik pop khas elijah.
Elijah Woods baru saja menyelesaikan tur Asia ke-2-nya bertajuk Give Me The Sunlight Tour yang mengunjungi 12 kota termasuk Jakarta saat ia tampil di The Sounds Project 2025.
Konsernya di Taipei dan Hong Kong habis terjual semua tiketnya. Ia juga tampil di festival musik ikonik Jepang Summer Sonic Festival di Osaka dan Tokyo.
Selain itu, Elijah Woods juga turut tampil di Singapura, Manila dan Bangkok. Tur terbaru elijah mengukuhkan namanya sebagai salah satu musisi pop paling naik daun saat ini di Asia.
Tahun lalu, Elijah Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan di Jakarta dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe di festival musik Seoul Jazz Festival. Saat ini Indonesia duduk di posisi #2 dalam daftar negara-negara yang paling sering memainkan musiknya secara digital.
Karisma dan style personal Elijah Woods juga bersinar di dunia fashion. Baru-baru ini ia menjadi cover majalah Esquire Singapore dan difitur di The Greatest Magazine, VMAN SEA, dan NYLON Manila.
Dengan album perdana yang siap dirilis seminggu lagi, tahun 2025 dipastikan menjadi tahun terbesarnya seraya ia berlalu-lalang di panggung-panggung bertaraf global. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved