Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBELUM mengguncang panggung festival musik The Sounds Project 2025 pada 8 Agustus mendatang di Ecopark Ancol, penyanyi asal Kanada Elijah Woods merilis single baru berjudul Ghost On The Radio.
Lagu baru Woods itu dibagikan bersamaan dengan pengumuman tentang album perdananya, Can We Talk?, yang akan hadir pada 14 Oktober 2025.
Single Ghost On The Radio kental dengan nuansa upbeat dan instrumentasi yang membius semua pendengarnya. Melodi-melodi vokal ala Woods tidak hanya membuat lagu ini terdengar catchy, namun juga penuh makna seraya ia bernyanyi tentang sebuah hubungan di masa lalu.
Lirik-lirik tentang ketidakmampuan seseorang untuk move on dinyanyikan oleh Woods lewat hook-hook yang mudah diingat. Lagu terbaru Woods merangkum perasaan yang hadir saat kita mengingat kembali suatu momen di masa lalu yang menghantui namun memberikan rasa nyaman. Yang rasanya jauh, namun terasa dekat. Seperti hantu di tengah-tengah frekuensi radio.
"Lagu Ghost On The Radio adalah tentang mengingat-ingat sebuah hubungan di masa lalu yang terus menghantui diri kita. Ke mana pun kita pergi, suara mereka tetap mengikuti langkah kita, seperti lagu yang kita tidak ingin dengarkan namun tidak bisa dihentikan," ujar Woods
Album Can We Talk? menjadi titik penting dalam karier Woods. Setelah merilis lima EP dan sederet single yang viral selama lima tahun terakhir, Woods telah mengukuhkan langkahnya sebagai seorang musisi independen yang sukses.
Ia telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar stream secara global dengan fanbase global melebihi 5 juta follower. Semuanya ia raih sambil terus tur ke berbagai belahan dunia dengan aturannya sendiri. Album perdananya merangkum berbagai emosi – keintiman, kejujuran, dan kedalaman emosi, semuanya dibawakan lewat gaya penulisan lagunya yang kental dengan warna musik pop khas Woods.
Penampilan Woods di The Sounds Project 2025 pada 8 Agustus mendatang merupakan bagian dari tur terbarunya bertajuk Give Me The Sunlight Tour, yang dimulai hari ini hingga akhir Agustus.
Tur barunya siap mengunjungi 9 kota di Asia yaitu Manila, Cebu, Bangkok, Singapura, Taipei, Seoul, Osaka, Tokyo, Guangzhou, Shanghai, dan Hong Kong.
Para penggemar musik Woods dapat menantikan sebuah penampilan penuh energi dari elijah, lengkap dengan lagu-lagu hitnya serta lagu-lagu dari album perdananya mendatang yang belum dirilis.
Tahun lalu, Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan di Jakarta dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe di festival musik Seoul Jazz Festival.
Saat ini, Indonesia duduk di posisi #2 dalam daftar negara-negara yang paling sering memainkan musiknya secara digital.
Dengan single baru yang serba berani, sebuah album perdana yang siap dirilis, dan tur Asia yang siap mengguncang Jakarta, Woods dengan pasti melangkah masuk ke era terbesarnya. Dan ini semua baru dimulai. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved