Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP lagu punya takdirnya sendiri. Begitu pula One Last Time, single debut dari band Imigran, yang akhirnya menemukan panggung mereka setelah tertidur hampir delapan belas tahun.
Cerita dimulai dari Nk Nadzar, penulis lagu sekaligus vokalis, yang pada 2007–2008 diam-diam merekam demo sederhana. Saat itu, ia hanya punya satu kalimat yang terngiang di kepala, "One last time I see you."
Nada pengiringnya seakan datang begitu saja, seperti hadiah. Lagu itu ia simpan di buku yang berisi kumpulan coretan potongan lirik lagu. Setelah ada rejeki, Nk membawa demo lagu itu untuk diproduksi di sebuah home Studio milik temannya.
Bertahun-tahun kemudian, pada 2025, Nk membawa kembali lagu itu ke permukaan. Dengan percaya diri ia memperdengarkan demo lama tersebut kepada Chandra di Raspati Record.
"Saya pikir mereka akan menganggapnya terlalu usang," kenang Nk, "Tapi justru responnya luar biasa. Mereka percaya pada lagu itu, bahkan sebelum ada band yang membawakannya."
Melihat potensi besar, Raspati Record tidak hanya menerima lagunya, tapi juga membantu membentuk sebuah band untuk mewadahi karya tersebut.
Lahirlah Imigran, yang beranggotakan Nk Nadzar (vokal), Chandra Raspati (bass), Frank (gitar), dan Bilal (drum). Nama Imigran dipilih bukan sekadar identitas.
Bagi keempatnya, imigran adalah filosofi hidup: kita semua adalah pendatang di dunia, berasal dari surga dan kelak akan kembali ke sana. "Itu cara kami memandang perjalanan manusia," kata Nk.
Musik Imigran berdenyut dengan nuansa Britpop—gitar yang renyah, melodi yang hangat, dan lirik yang menembus batas waktu. One Last Time bukan kisah cinta pribadi, melainkan murni hasil imajinasi Nk.
Namun energi yang tercurah di dalamnya membuatnya terasa begitu nyata, seolah mengundang pendengar menutup mata dan ikut dalam perjalanan yang tak terikat ruang dan waktu.
Setelah mengendap selama hampir dua dekade, One Last Time akhirnya mendapat rumah yang layak.
"Tahun 2025 terasa seperti saat yang tepat," ujar Nk. "Dinaungi label yang percaya dan menghargai karya, itu anugerah terindah bagi musisi mana pun."
Kini, Imigran siap berbagi karya yang lahir dari kesabaran dan keyakinan bahwa musik akan menemukan jalannya sendiri. One Last Time sudah tersedia di seluruh platform digital. (Z-1)
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Bad Bunny dijadwalkan menjadi artis pertama yang tampil sepenuhnya dalam bahasa Spanyol sepanjang sejarah Half Time Super Bowl.
Salah satu mimpi besar Jerome Kurnia adalah membawa Ricecooker tampil di Summer Sonic, salah satu festival musik urban terbesar di Jepang.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Melalui Closer, Verena menggambarkan perasaan kangen yang kerap muncul di tengah perjalanan, di mana bayang-bayang pasangan di tempat yang berbeda.
Jika Cakra Khan menonjolkan karakter vokal pria dewasa yang matang, Salah Tapi Baik versi Safira Zaza dibuat lebih lembut, galau, dan sedikit dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved