Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS sekaligus penyanyi Ardina Rasti kembali menegaskan eksistensinya di industri hiburan Indonesia melalui karya musik terbaru berjudul Hati-Hati Dengan Hatiku.
Lagu pop modern dengan aransemen hangat ini hadir dengan pesan emosional yang dekat dengan pengalaman banyak perempuan.
Sebagai figure multitalenta, Ardina Rasti telah berkiprah di dunia musik sejak 2007 dengan merilis dua album, Rasti dan Pelangi.
Di periode 2008 hingga 2011, ia menciptakan lebih dari 21 lagu, termasuk beberapa karya populer seperti Kangen dan Cuma Coba-Coba yang sempat viral di masanya.
Lagu-lagu ballad seperti Satu dan Mungkin bahkan kerap dipilih sebagai soundtrack FTV remaja kala itu. Ia juga pernah mengeksplorasi ranah EDM bersama DJ Riri Mestika dalam single Take It Easy.
Single terbarunya kali ini ditulis langsung oleh Ardina Rasti. Dengan lirik yang jujur dan emosional, ia menyuarakan pengalaman personal sekaligus refleksi kisah banyak perempuan tentang pentingnya menghargai perasaan seorang wanita.
"Saya menulis lagu ini sebagai bentuk ungkapan hati. Banyak perempuan merasa hatinya sering diremehkan atau dimainkan. Lewat karya ini, saya ingin menyuarakan bahwa hati seorang wanita layak dihargai dan dijaga," ungkap Ardina Rasti.
Dalam proses produksinya, Ardina Rasti menggandeng musisi ternama Denny Chasmala sebagai arranger. Kolaborasi keduanya menghasilkan harmoni yang kuat, menggabungkan lirik penuh makna dengan aransemen musik yang menyentuh serta memancarkan kedewasaan musikal seorang Rasti.
Single Hati-Hati Dengan Hatiku resmi dirilis dan sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Lagu ini menjadi penanda fase baru Ardina Rasti sebagai musisi yang terus bertransformasi sekaligus konsisten memberikan karya autentik bagi industri musik Indonesia. (Z-1)
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved