Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER film Rangga & Cinta (2025) Nicholas Saputra mengaku tidak ragu untuk kembali berakting di layar lebar dengan membintangi film drama Tukar Takdir, yang disutradarai oleh Mouly Surya.
"Begitu film ini dibuat sama Mouly, saya tidak banyak pertanyaan lagi. Saya tahu ini akan dipegang sama orang yang memang paham, passionate, dan saya rasa itu sudah lebih dari apapun," kata Nicholas saat ditemui, Rabu (10/9).
Bintang Ada Apa Dengan Cinta (2002), Janji Joni (2005), dan Gie (2005) itu baru-baru ini juga membintangi film Siapa Dia (2005), yang digarap oleh sutradara senior Garin Nugroho, menunjukkan film-film yang dibintangi sering kali digarap oleh sutradara ternama.
Ia menyebut bahwa Mouly adalah penggemar acara televisi Air Crash Investigation, yang membuatnya yakin bahwa sutradara itu memiliki pemahaman yang sangat mendalam mengenai film yang akan dia buat.
"Ini bukan sesuatu yang baru, bukan sesuatu yang mengejutkan buat saya kalau Mouly membuat film ini, dengan tema seperti ini. Karena ini adalah sesuatu yang sering diungkapkan, sering dibicarakan dan memang dia sangat detail mengetahui banyak peristiwa," kata Nicholas.
Nicholas mengatakan cerita yang diangkat dalam film itu tidak biasa, berfokus pada sisi psikologis setelah sebuah tragedi besar.
Nicholas Saputra memerankan karakter Rawa, satu-satunya penyintas kecelakaan pesawat. Ia tertarik dengan bagaimana karakter ini bergulat dengan pertanyaan eksistensial tentang nasib dan keberuntungan.
"Sebuah peristiwa, petaka pesawat, lalu bagaimana orang-orang hidup setelahnya. Ada yang survive, tapi Rawa sendiri sebenarnya adalah orang yang selalu mempertanyakan apakah ini sebuah keberuntungan atau justru sebaliknya," ujar Nicholas Saputra.
Film Tukar Takdir yang juga dibintangi oleh aktris Marsha Timothy dan Adhisty Zara itu akan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025. (Ant/Z-1)
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
AKTRIS Adhisty Zara mengungkap cerita dibalik keterlibatannya pada film Tukar Takdir. Mantan personel JKT 48 itu mengatakan, dirinya nyaris melewatkan kesempatan
Nicholas Saputra bersiap membintangi film baru berjudul Tukar Takdir. Film yang merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi itu,
Mouly Surya mengajak penonton untuk menyelami cara karakter tersebut melanjutkan hidup setelah selamat dari sebuah tragedi dalam film Tukar Takdir.
Produser Chand Parwez Servia menyebutkan bahwa tema drama petaka pesawat di film Tukar Takdir menjadi tantangan besar.
Mouly mengemukakan bahwa berbincang-bincang dengan sejarawan membantunya menentukan perspektif dalam mengadopsi cerita dari novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis itu menjadi film.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved